BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma meresmikan Masjid Zain Husnul Khotimah di Jalan Yos Sudarso, Pasarbatang, Kabupaten Brebes, Jumat (14/8/2026) pagi. Momen itu diwarnai suasana haru saat Paramitha menyaksikan semangat para santri lanjut usia dalam belajar agama.
Peresmian Masjid Zain Husnul Khotimah ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Brebes. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Paramitha, Ketua Yayasan Husnul Khotimah H Ahmad Zain Suaedi, dan tokoh masyarakat Dr (HC) Muhadi Setiabudi.
Kegiatan itu turut dihadiri Takmir Masjid sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Lansia Husnul Khotimah KH Misbahul Munir, Ketua Yayasan Husnul Khotimah H Ahmad Zain Suaedi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan jamaah.
Dalam sambutannya, Paramitha mengajak pengurus dan jamaah untuk senantiasa memakmurkan masjid. Menurut dia, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pendalaman ilmu agama dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Untuk senantiasa memakmurkan Masjid dengan pendalaman ilmu agama dengan kegiatan masjid dan sosial kemasyarakatan,” kata Paramitha.
Paramitha secara khusus mengapresiasi keberadaan Pondok Pesantren Lansia Husnul Khotimah yang diasuh KH Misbahul Munir. Pondok pesantren itu memberikan pembelajaran agama secara khusus bagi warga lanjut usia.
Menurut Paramitha, keberadaan pondok pesantren lansia merupakan sesuatu yang unik. Di usia lanjut, para santri masih memiliki semangat untuk mengaji dan memperdalam ilmu agama.
“Apalagi ada khusus pondok pesantren lansia yang mengkhususkan pembelajaran agama bagi usia lanjut, ini sungguh unik karena di usia lanjut pun masih semangat mengaji,” ungkapnya.
Semangat para santri lansia itu membuat Paramitha terharu. Ia mengaku sempat menitikkan air mata ketika menyaksikan hafalan Al-Qur’an dan syair yang dibawakan dalam rangkaian acara.
“Sempat tadi saya menitikkan air mata pada saat menyimak hafal Al-Qur’an dan syair menyentuh,” tutur Paramitha.
Menurut Paramitha, semangat para lansia untuk terus belajar agama menjadi teladan bahwa usia bukan penghalang untuk memperdalam ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia berharap Masjid Zain Husnul Khotimah dapat terus dimakmurkan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Masjid, kata dia, diharapkan tidak hanya ramai ketika waktu salat, tetapi juga menjadi ruang pendidikan agama dan tempat masyarakat membangun kepedulian terhadap sesama.
“Yang paling penting bagaimana masjid ini bisa terus dimakmurkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Bagi Paramitha, keberadaan pesantren lansia di kompleks masjid itu menjadi pengingat bahwa semangat mencari ilmu dan mendekatkan diri kepada Tuhan tidak berhenti karena usia.
Justru di usia senja, semangat itu dapat menjadi teladan bagi generasi yang lebih muda.
Setelah prosesi peresmian dan penandatanganan prasasti, kegiatan dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan tokoh masyarakat Dr (HC) Muhadi Setiabudi.
Tausyiah itu mengangkat tema tentang persiapan menuju kematian. Tema itu dinilai selaras dengan semangat kegiatan pesantren lansia yang mendorong para jamaah untuk terus memperdalam ilmu agama dan mempersiapkan kehidupan akhirat.
Rangkaian acara berlangsung dengan suasana khidmat. Penampilan para santri lansia, termasuk hafalan Al-Qur’an dan syair, menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian para tamu dan jamaah.
Dengan diresmikannya Masjid Zain Husnul Khotimah, keberadaan tempat ibadah itu diharapkan semakin memperkuat kegiatan keagamaan sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di Kabupaten Brebes.










