Curah Hujan Tinggi Rusak Jalan Warga, Pemko Sawahlunto Gerak Cepat Tangani Amblas di Kelok 16 dan Puncak Cemara

SAWAHLUNTO(SUMBAR )- SUARA PANCASILA.ID- Hujan deras yang mengguyur Kota Sawahlunto beberapa hari terakhir merusak infrastruktur jalan warga. Dua titik ruas jalan dilaporkan amblas dan kini tengah ditangani Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Perbaikan efektif dimulai Senin di ruas jalan Kelok 16, Kelurahan Kubang Sirakuk Utara, dan akses menuju kawasan wisata Puncak Cemara, Kelurahan Saringan. Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat sekaligus upaya menjaga keselamatan pengguna jalan.

Di Kelok 16, amblas terjadi pada badan jalan yang tepat berada di atas jaringan pipa distribusi air bersih PDAM. Kondisi ini membuat struktur tanah menjadi labil setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.

Bacaan Lainnya

Tim teknis Dinas PUPR langsung melakukan pembongkaran badan jalan, perbaikan pipa, dan pemadatan tanah sebelum dilakukan pengecoran ulang.

“Fokus utama kami sekarang adalah mengamankan jaringan pipa PDAM agar tidak ikut rusak. Setelah itu baru kita lakukan pengecoran agar jalan kembali aman dilalui,” ujar petugas di lapangan.

Proses perbaikan di Kelok 16 ditargetkan selesai dalam waktu 7 hingga 10 hari ke depan. Selama proses berlangsung, arus lalu lintas di lokasi diatur secara bergantian untuk meminimalisir kemacetan.

Kondisi lebih berat terjadi pada ruas jalan menuju kawasan wisata Puncak Cemara. Amblas dipicu oleh runtuhnya gorong-gorong eks bangunan peninggalan Belanda yang sudah tidak mampu menahan debit air hujan dan beban kendaraan.

Untuk mengatasinya, Dinas PUPR melakukan pembongkaran total gorong-gorong lama dan menggantinya dengan plat duiker atau deker baru. Kedalaman pemasangan mencapai sekitar 2 meter dari permukaan jalan agar struktur lebih kuat dan tahan lama.

“Gorong-gorong lama sudah lapuk dan tidak sesuai lagi dengan beban lalu lintas saat ini. Penggantian total diperlukan agar tidak terjadi amblas berulang,” jelas tim teknis PUPR.

Karena tingkat kerusakan yang cukup parah dan kondisi medan yang menantang, pekerjaan di akses Puncak Cemara diperkirakan memakan waktu sekitar 30 hari. Jalur ini merupakan salah satu akses utama wisata, sehingga pengerjaan dilakukan dengan mengutamakan mutu dan kecepatan.

Pemkot Minta Masyarakat Bersabar dan Berhati-hati,Pemerintah Kota Sawahlunto mengimbau masyarakat yang melintas di sekitar lokasi perbaikan untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Rambu peringatan dan pengalihan arus sementara telah dipasang guna menjaga keselamatan.

“Kami mohon dukungan dan kesabaran masyarakat. Perbaikan ini memang mengganggu kenyamanan sementara, tapi tujuannya untuk keselamatan bersama. Setelah selesai, akses jalan akan lebih aman dan nyaman,” kata perwakilan Pemko Sawahlunto.

Pemko juga memastikan pemantauan dilakukan setiap hari agar pekerjaan berjalan sesuai target dan standar teknis. Masyarakat yang menemukan titik kerusakan jalan lain diimbau untuk melapor melalui saluran resmi Pemko agar bisa segera ditindaklanjuti.

Komitmen Jaga Infrastruktur di Musim Hujan,Perbaikan dua titik jalan amblas ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto dalam menjaga infrastruktur tetap berfungsi optimal, terutama saat musim hujan dengan curah tinggi.

Langkah cepat ini diharapkan dapat memulihkan akses transportasi masyarakat, mendukung kelancaran distribusi barang, serta menjaga aktivitas wisata di Puncak Cemara tetap berjalan normal setelah perbaikan selesai.

Dinas PUPR juga menyatakan akan terus melakukan pemetaan titik rawan longsor dan amblas di seluruh wilayah Sawahlunto sebagai langkah antisipasi ke depan.

Pos terkait