SAWAHLUNTO (SUMBAR) – SUARA PANCASILA.ID – Deteksi dini adalah kunci untuk menyelamatkan pasien stroke.” Kalimat itu jadi pembuka Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra saat membuka sosialisasi dan edukasi penyakit stroke serta layanan unggulan RS Otak M. Hatta Bukittinggi di Balai Kota, Kamis 11/6/2026.
Sekitar 150 peserta hadir. Mulai dari unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, sampai ketua TP-PKK kelurahan. Pemko sengaja mengumpulkan mereka karena aparatur pemerintahan dianggap ujung tombak penyebar informasi kesehatan di masyarakat.
Dalam paparannya, Riyanda menyebut stroke jadi penyebab kematian tertinggi ke-3 di Indonesia versi Riskesdas 2023. Di Sumbar sendiri, prevalensi stroke terus naik tiap tahun.
“Yang bahaya, stroke sekarang nggak kenal umur. Usia 30-40 tahun sudah banyak yang kena karena pola hidup: kurang gerak, makan asin-manis, stres, merokok,” ujar Riyanda.
Karena itu Pemko fokus 2 hal: pencegahan dan percepatan penanganan. “Kalau warga paham gejala FAST – Face, Arm, Speech, Time – lalu langsung dibawa ke RS dalam golden period 3-4,5 jam, peluang selamat 90%. Cacat pun bisa diminimalkan,” tegasnya.
Direktur RS Otak M. Hatta Bukittinggi dr. Riko Mardian, Sp.N yang hadir sebagai narasumber membeberkan layanan unggulan rumah sakit rujukan regional itu.
“RS Otak M. Hatta siap 24 jam dengan CT Scan, trombolisis untuk melarutkan sumbatan, dan tim neurologi on-call. Tapi ingat, semua terapi itu hanya efektif kalau pasien datang cepat. Telat 1 jam, sel otak 120 juta bisa mati,” jelas dr. Riko.
Ia juga mempraktikkan cara sederhana cek stroke: minta pasien senyum, angkat kedua tangan, dan ucapkan kalimat sederhana. “Kalau miring, tangan turun, atau bicara pelo, langsung ke IGD. Jangan ditunggu, jangan dipijat dulu,” pesannya.
Wali Kota meminta camat, lurah, dan kepala desa jadi “duta kesehatan” di wilayahnya. Materi sosialisasi wajib disosialisasikan lagi saat rapat nagari, arisan, sampai pengajian.
“Pemerintah hadir bukan cuma saat warga sakit. Tapi memastikan warga tahu cara mencegah dan kapan harus segera ke rumah sakit. Itu tugas kita bersama,” tutup Riyanda.
Usai materi, peserta juga diajak simulasi rujukan pasien stroke dari Puskesmas ke RS Otak M. Hatta. Pemko berharap sinergi ini rutin berlanjut untuk penyakit tidak menular lain seperti diabetes dan jantung.











