KOTA BATU (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA-PMII) Kota Malang meresmikan Graha Arshaka di Desa Pendem, Kota Batu, bersamaan dengan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) IV yang menetapkan H. Edi Purwanto, S.Psi., M.Si. sebagai Ketua Umum PC IKA-PMII Kota Malang masa khidmat 2026–2031.
Peresmian Graha Arshaka menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian Muscab IV. Gedung tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas organisasi, ruang pengembangan intelektual, serta wadah kolaborasi alumni PMII dengan berbagai elemen masyarakat.
Selain peresmian Graha Arshaka, kegiatan juga ditandai dengan peluncuran pembangunan Masjid Al-Halim, seminar penguatan UMKM bertema “UMKM Naik Kelas: Kuasai Pasar Digital, Tembus Batas Global”, peluncuran buku Jejak Sejarah PMII Kota Malang, serta pemberian IKA-PMII Award kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa bagi organisasi.
Sebelum memasuki agenda persidangan, peserta mengikuti seminar UMKM yang menghadirkan Anggota Komisi XII DPR RI, Aqib Ardiansyah, M.Si. Selanjutnya, Muscab membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, Garis Besar Program Organisasi (GBPO), hingga proses pemilihan Ketua Umum yang akhirnya menetapkan Edi Purwanto sebagai pemimpin baru PC IKA-PMII Kota Malang.
Opening Ceremony dihadiri Ketua Umum PC IKA-PMII Kota Malang Muhammad Nuruddin, S.Pt., M.P., Ketua PW IKA-PMII Jawa Timur Dr. H. Thoriqul Haq, M.ML., M.MB., Ph.D., Wali Kota Batu H. Nurochman, S.H., M.H., serta Ketua Umum PB IKA-PMII Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PB IKA-PMII Fathan Subchi menegaskan bahwa Kota Malang memiliki sejarah panjang sebagai pusat tradisi intelektual dan gerakan mahasiswa Islam.
“Malang adalah pusat pergerakan dan intelektualitas yang tidak kalah dari Yogyakarta. Sejak dahulu berbagai kajian pemikiran Islam hingga gagasan perubahan berkembang sangat maju di kota ini,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar aktivisme alumni tetap berpijak pada tradisi keilmuan.
“Jangan sampai aktivisme kehilangan substansi. Aktivisme tanpa pemikiran hanya akan menjadi gerakan yang hampa. Kritik terhadap negara maupun pemerintah harus dibangun berdasarkan pemahaman yang utuh terhadap persoalan dan arah kebijakan,” tegasnya.
Menurut Fathan, kehadiran Graha Arshaka menjadi simbol penguatan organisasi sekaligus pusat lahirnya gagasan dan solusi bagi masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman mengapresiasi peresmian Graha Arshaka dan pembangunan Masjid Al-Halim yang diinisiasi keluarga besar IKA-PMII Kota Malang. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan memberikan manfaat luas, baik bagi organisasi maupun masyarakat sekitar.
“Saya sudah mendengar bahwa di sekitar sini belum ada masjid. Artinya pembangunan masjid ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia juga berharap Graha Arshaka menjadi ruang kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami menginginkan pemerintahan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, bukan pemerintahan yang sekadar normatif atau menjaga jarak dengan rakyat. Karena itu kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk IKA-PMII, sangat kami harapkan,” katanya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peluncuran buku Jejak Sejarah PMII Kota Malang karya Fauzan Alfas, S.H., M.H., doa bersama yang dipimpin Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag., serta foto bersama seluruh alumni dan kader PMII Kota Malang.
Melalui peresmian Graha Arshaka dan suksesnya Muscab IV, PC IKA-PMII Kota Malang menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga tradisi intelektual, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.











