DPRD Tala Dorong Pusat Kreativitas dan Pembinaan Pemuda Terintegrasi

PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID — Aspirasi kalangan pemuda di Kabupaten Tanah Laut (Tala) kini berkembang jauh melampaui sekadar bantuan kegiatan seremonial. Organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, hingga komunitas seni budaya mulai mendorong lahirnya ruang pembinaan yang lebih konkret dan berkelanjutan bagi generasi muda di daerah tersebut.

Dorongan itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Tala yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Tala, Senin lalu. Sedikitnya 35 organisasi hadir dalam forum tersebut, mulai dari organisasi mahasiswa, pramuka, organisasi kepemudaan, hingga komunitas seni budaya.

RDP dipimpin Ketua Komisi II DPRD Tala, Agus Prasetya B, bersama mitra kerja dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora). Hadir pula Kepala Dispora Tala, Rudi Imtihansyah.

Bacaan Lainnya

Dalam forum itu, para peserta menyuarakan kebutuhan mendesak akan pusat aktivitas kepemudaan yang terintegrasi, termasuk gedung seni dan fasilitas pembinaan yang representatif. Mereka menilai potensi besar generasi muda Tala selama ini belum diimbangi dengan dukungan sarana dan kebijakan yang memadai.

Komisi II DPRD Tala pun memandang persoalan tersebut sebagai isu penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Mereka menyampaikan berbagai kendala seperti minimnya anggaran, belum adanya gedung pelatihan maupun pertunjukan seni budaya, hingga pembinaan yang belum merata sampai ke desa,” ujar Ridha Hayani, anggota Komisi II.

Selain meminta kejelasan alokasi anggaran pembinaan dari APBD, para OKP juga mengusulkan adanya pusat kegiatan kepemudaan yang dapat menjadi titik temu organisasi dan komunitas kreatif di Tala. Harapannya, ruang itu bukan hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga wadah pembinaan, pengembangan bakat, dan kolaborasi lintas komunitas.

Tak hanya itu, usulan pengalihan pengelolaan asrama kepemudaan ke Dispora turut mengemuka dalam forum tersebut. Langkah itu dinilai penting agar pembinaan terhadap generasi muda bisa lebih fokus, terarah, dan terintegrasi.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Komisi II DPRD Tala menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan usulan para pemuda dalam pembahasan Perubahan APBD 2026 maupun APBD 2027 mendatang.

“Kami ingin pemuda Tanah Laut mendapat ruang berkembang yang lebih baik agar mampu menjadi kader pemimpin masa depan,” katanya.

Respons cepat DPRD Tala membuka ruang dialog dengan kalangan pemuda mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Rahmadi, warga Pelaihari, yang menilai forum tersebut menjadi langkah positif karena memberi kesempatan bagi anak muda untuk menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung.

“Jarang ada forum yang benar-benar mendengar langsung aspirasi pemuda dan komunitas. Ini bagus karena anak muda memang perlu ruang berkembang,” ucapnya.

Menurut Rahmadi, keberadaan gedung seni dan pusat aktivitas pemuda akan menjadi sarana penting untuk menyalurkan kreativitas generasi muda Tala ke arah yang lebih produktif dan positif.

Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Tala H Agus Prasetya B dinilai konsisten membuka ruang aspirasi masyarakat sejak awal menjabat sebagai wakil rakyat. Tokoh yang dikenal aktif turun ke lapangan itu kerap melakukan blusukan ke tengah masyarakat, termasuk menjalin komunikasi langsung dengan OKP dan organisasi kemasyarakatan guna menyerap aspirasi dari berbagai kalangan akar rumput.(suarapancasila.id-foto:ist/kalimantanlive)

Pos terkait