Evaluasi dan Refleksi 14 Tahun Pangandaran. Keterbukaan serta Kebersamaan Jadi Catatan

Pangandaran (Jabar) – Suarapancasila.id – Perwakilan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran, Gian Ronna Santosa, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan evaluasi dan refleksi yang digagas KOMPAS. dalam kegiatan Evaluasi dan Refleksi 14 Tahun Kabupaten Pangandaran yang digelar oleh Komunitas Masyarakat Pangandaran Sauyunan (KOMPAS). di Sagati Kopi Cijulang, Sabtu (31/10/2026).

Ia menilai forum tersebut menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi, kritik, dan masukan terkait berbagai persoalan pembangunan daerah.

Menurut Gian, penyampaian aspirasi melalui forum dialog yang terkanalisasi merupakan langkah yang lebih elegan dan substantif dibandingkan jika persoalan di masyarakat tidak memiliki ruang komunikasi yang memadai.

Bacaan Lainnya

“Penyaluran aspirasi yang terkanalisasi jauh lebih elegan dan substantif daripada nantinya terjadi penyampaian aspirasi dalam bentuk demonstrasi,” ucap Gian.

Ia berharap kegiatan serupa ke depan tidak hanya diinisiasi oleh komunitas masyarakat, tetapi juga dapat diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran dengan mengangkat tema-tema yang lebih spesifik.

Menurutnya, pemerintah perlu membuka ruang komunikasi untuk menjawab berbagai pandangan, termasuk pendapat pro dan kontra yang berkembang di tengah masyarakat.

Gian juga menilai masukan masyarakat dapat memberikan sudut pandang berbeda yang mungkin belum sepenuhnya terakomodasi dalam pembahasan di lembaga legislatif maupun pemerintah daerah.

“Membangun Pangandaran tentunya harus bersama-sama. Terkadang masukan dari masyarakat bisa menjadi sudut pandang lain yang mungkin belum terwakili oleh DPRD maupun pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ia berharap forum dialog publik dapat menjadi agenda berkelanjutan sehingga pemerintah memiliki kesempatan untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan, kritik, serta harapan masyarakat.

Melalui komunikasi yang terbuka, aspirasi publik diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Pangandaran.

Refleksi 14 tahun Pangandaran tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun daerah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kebersamaan, keterbukaan, dan komitmen seluruh elemen masyarakat Pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait