BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Dua model cilik asal Kabupaten Brebes, Fyneen Naresha An Ghaida (Naresh) dan Dinas Komunikasi Informatika Statistik (Dinas), membawa pulang sejumlah penghargaan dari ajang Mister Miss Klambi 2026 di Yogyakarta. Tak sekadar berkompetisi, keduanya memperkenalkan kekayaan budaya dan produk unggulan Brebes melalui konsep kostum nasional.
Kompetisi yang digelar Bajuku Klambi pada 24–25 Oktober 2026 di Hotel Merapi Merbabu, Yogyakarta, itu diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Naresh yang berusia enam tahun meraih Juara 1 ICON Miss Klambi Kategori Little. Sementara Dinas, lima tahun, menyabet gelar Grand Winner Kategori Mister sekaligus lima penghargaan tambahan.
Pencapaian keduanya menarik perhatian karena mengangkat identitas Kabupaten Brebes melalui dua konsep berbeda. Naresh memperkenalkan tradisi Mbok Jamu sekaligus produk UMKM Seremon dari Kecamatan Bulakamba. Adapun Dinas menampilkan potensi bawang merah dan telur asin, dua produk yang lekat dengan identitas daerah.
Naresh Perkenalkan Jamu dan Produk UMKM Bulakamba
Naresh tampil dengan kostum nasional bertema Mbok Jamu. Konsep tersebut mengangkat tradisi penjual jamu tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Melalui penampilan itu, Naresh tidak hanya memperkenalkan warisan budaya, tetapi juga membawa produk lokal Brebes ke panggung nasional.
Produk Seremon, singkatan dari sereh dan lemon, asal Kecamatan Bulakamba turut diperkenalkan sebagai bagian dari konsep kostumnya.
Perpaduan tradisi jamu dan produk UMKM tersebut menjadi cara kreatif untuk memperlihatkan potensi ekonomi lokal. Panggung kompetisi pun dimanfaatkan sebagai ruang promosi produk daerah kepada peserta dan masyarakat dari berbagai wilayah.
Gelar Juara 1 ICON Miss Klambi Kategori Little menjadi pencapaian Naresh dalam kompetisi tersebut.
Dinas Angkat Bawang Merah dan Telur Asin
Sementara itu, Dinas mengangkat tema petani bawang merah dan telur asin khas Brebes dalam penampilan kostum nasional.
Bawang merah merepresentasikan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Brebes. Sedangkan telur asin menggambarkan kekayaan kuliner daerah yang telah dikenal luas.
Konsep tersebut mengantarkan Dinas meraih penghargaan Best National Costume. Ia juga memperoleh lima penghargaan lainnya, yakni:
- Grand Winner Kategori Mister.
- Best Video Profil.
- Best National Costume.
- Best Media Sosial.
- Top 3 ICON.
- 1st Runner Up Kategori Mister Kids.
Penghargaan tersebut diraih melalui sejumlah kategori penilaian yang menguji kreativitas, penampilan, kemampuan memperkenalkan profil, serta pemanfaatan media sosial.
Melalui kostum yang dibawakan, Dinas memperkenalkan sektor pertanian dan produk kuliner Brebes dengan pendekatan visual yang dekat dengan dunia anak-anak.
Jalani Karantina Dua Hari
Sebelum mengikuti malam puncak kompetisi, Naresh dan Dinas menjalani rangkaian karantina selama dua hari bersama peserta dari berbagai daerah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses persiapan sekaligus memberikan pengalaman bagi peserta untuk berinteraksi, beradaptasi, dan mengembangkan kepercayaan diri.
Bagi kedua anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan baru di luar daerah asalnya.
Kak Sion dari Bajuku Klambi mengatakan, Mister Miss Klambi tidak semata-mata berorientasi pada perebutan gelar juara. Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan keberanian tampil di depan publik.
Keberagaman peserta dari berbagai daerah, menurut dia, menjadi salah satu bagian penting karena setiap anak memiliki kesempatan memperkenalkan identitas daerah melalui busana dan konsep penampilan masing-masing.
Dukungan Keluarga dan Pendidikan
Di balik pencapaian tersebut, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan Naresh dan Dinas.
Kedua orang tua mereka, Bapak Yoga dan Ibu Ririn, mengungkapkan kebanggaan atas pengalaman serta penghargaan yang berhasil diraih anak-anaknya.
Bagi keluarga, keberhasilan itu tidak hanya diukur dari jumlah gelar. Keberanian mengikuti kompetisi, menjalani karantina, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta bertemu teman-teman dari berbagai daerah juga menjadi pengalaman berharga.
Mereka berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Naresh dan Dinas untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan tetap rendah hati.
Keduanya merupakan peserta didik TK Kemala Bhayangkari 27 Brebes. Di usia yang masih belia, mereka telah memperoleh kesempatan memperkenalkan potensi daerah melalui ajang berskala nasional.
Prestasi Naresh dan Dinas sekaligus memperlihatkan bahwa promosi budaya dan produk lokal dapat dilakukan melalui berbagai cara. Tidak hanya melalui pameran maupun kegiatan promosi pemerintah, tetapi juga lewat kreativitas generasi muda.
Dari Yogyakarta, dua model cilik Brebes itu membawa pulang penghargaan sekaligus memperkenalkan tradisi jamu, produk UMKM Bulakamba, bawang merah, dan telur asin kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.











