KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID– Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M., mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas), khususnya Pemuda Pancasila, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, partisipasi ormas menjadi elemen penting dalam menjaga kondusivitas, mempererat persatuan, serta mewujudkan Kota Malang yang aman, damai, dan semakin maju.
Pesan tersebut disampaikan Wahyu Hidayat saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila yang diselenggarakan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Malang di lantai 3 Mall Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Merawat Pemuda Pancasila Kota Malang”, kegiatan tersebut dihadiri Ketua MPC PP Kota Malang Ripkianto, S.T., M.T., beserta jajarannya, Ketua DPC Srikandi PP Kota Malang Kiki Tutik Sundari, Komamdan KOTI Mahatidana PP Kota Malang, Sugianto, SAPMA PP Kota Malang, Kodim 0833/Kota Malang,Letkol Inf Dedy Azis,Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S., sejumlah anggota DPRD, perwakilan Polresta Malang Kota, jajaran OPD terkait, unsur Muspika Lowokwaru, perwakilan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Sejumlah ormas yang hadir di antaranya Nusantara Bersatu, Hipakad, Sakera Trabas, BNPM, Madas Serumpun, Madas Sedarah, dan elemen organisasi lainnya.
Dalam sambutannya, Wahyu menyampaikan apresiasi terhadap eksistensi dan kontribusi Pemuda Pancasila yang selama ini menjadi bagian dari elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Malang.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas.
“Pembangunan yang ada di Kota Malang ini, tanpa diimbangi, didampingi, dan didukung oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan, bukan apa-apa. Tentunya saya bersama Wakil Wali Kota dengan mengusung visi-misi dan program-program unggulan sangat berharap dukungan ini,” ujar Wahyu.
Menurutnya, Pemuda Pancasila memiliki eksistensi dan peran strategis dalam membangun kemitraan bersama pemerintah. Karena itu, sinergi yang telah terjalin perlu terus diperkuat untuk mengawal program pembangunan, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun Pemerintah Kota Malang.
Lebih lanjut, Wahyu menekankan bahwa menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab bersama. Stabilitas sosial menjadi salah satu modal penting agar roda pembangunan dan aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Kondusivitas di Kota Malang selama ini menjadi perhatian bersama. Dengan menjaga kondusivitas, kita dapat menjaga program-program pemerintah hadir dan berjalan dengan baik demi keutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengajak Pemuda Pancasila untuk menjadi perekat keberagaman dengan mengedepankan toleransi, persatuan, dan semangat gotong royong.
Menurut Wahyu, perbedaan latar belakang maupun pandangan tidak seharusnya menjadi sekat dalam kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun Kota Malang yang harmonis.
“Jangan sampai perbedaan menjadi pembatas, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun Kota Malang yang aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.
Ia berharap, memasuki usia ke-67, Pemuda Pancasila semakin dewasa dalam berorganisasi, konsisten menjaga ideologi Pancasila, serta meningkatkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mari kita rawat kebersamaan, perkuat energi, dan bergerak bersama mewujudkan Kota Malang yang lebih mbois dan berkelas,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Malang, Ripkianto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa tema “Merawat Pemuda Pancasila Kota Malang” memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurutnya, kata merawat bukan berarti organisasi sedang mengalami persoalan atau sakit, melainkan merupakan bentuk kesadaran kolektif untuk menjaga, memelihara, dan memperkuat keberlangsungan organisasi.
Ia menyebut, Pemuda Pancasila memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
“Merawat ini bukan berarti sakit. Tetapi bagaimana kita menjaga, memelihara persatuan dan kesatuan, serta memperkuat fondasi ideologi organisasi. Harapannya, Pemuda Pancasila Kota Malang tetap solid dan mampu bersinergi dengan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan,” ungkap Ripkianto.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebesaran organisasi tidak semata-mata diukur dari kekuatan struktural maupun jumlah anggota. Hal terpenting adalah sejauh mana organisasi mampu menghadirkan kontribusi sosial dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Besar harapan saya kepada Pemuda Pancasila, siapapun nanti ketuanya, tetap harus dijaga bagaimana Pemuda Pancasila Kota Malang ini bisa bermanfaat untuk masyarakat di Kota Malang yang membutuhkannya,” ujarnya.
Menurut Ripkianto, keberlanjutan organisasi harus dibangun melalui semangat kebersamaan, loyalitas, pengabdian, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, pergantian kepemimpinan maupun dinamika internal organisasi tidak boleh menghilangkan tujuan utama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ripkianto juga menyampaikan perkembangan organisasi di tingkat nasional dan wilayah. Berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Pemuda Pancasila, Yapto kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila untuk periode 2026–2031.
Sementara itu, La Nyalla memperoleh mandat untuk memimpin Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur.
Terkait konsolidasi organisasi, peluncuran kepengurusan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur direncanakan menjadi bagian dari agenda organisasi pada Juni 2026.
Momentum HUT ke-67 tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi dan persaudaraan antardaerah. Sejumlah perwakilan Pemuda Pancasila dari Kabupaten Lumajang, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Batu, Sidoarjo, hingga Surabaya turut hadir.
Kehadiran perwakilan lintaswilayah itu menjadi gambaran pentingnya koordinasi dan konsolidasi untuk menjaga soliditas organisasi di Jawa Timur.
Rangkaian peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila Kota Malang diawali dengan konvoi kebangsaan yang diikuti jajaran pengurus, kader, dan anggota Pemuda Pancasila Kota Malang.
Setibanya di lokasi kegiatan, acara dibuka dengan penampilan tari-tarian tradisional sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya Nusantara.
Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan pelayanan pengobatan alternatif medis dan nonmedis dari Nusantara Bangkit yang memberikan warna tersendiri dalam rangkaian perayaan tersebut.
Setelah penyampaian sambutan dari sejumlah undangan, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh perwakilan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Kota Malang yang kemudian diserahkan kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Suasana semakin meriah dengan panggung hiburan orkes yang menghadirkan tiga artis lokal untuk menghibur para kader, anggota, dan tamu undangan.
Peringatan HUT ke-67 ini tidak sekadar menjadi seremoni bertambahnya usia organisasi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persaudaraan, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang digaungkan keluarga besar Pemuda Pancasila Kota Malang: menjaga soliditas, merawat organisasi, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Pekikan yel-yel “Pancasila! Abadi! Pancasila! Abadi! Merdeka! Merdeka!” pun menggema, menjadi simbol kebanggaan, loyalitas, dan semangat kebersamaan seluruh keluarga besar Pemuda Pancasila.











