GEMPPAR Demo Kantor Bupati dan Kejaksaan Asahan, Minta Kadis Perhubungan Dicopot

ASAHAN(SUMUT),SUARAPANCASILA.ID – Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan, geruduk Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Asahan, Rabu (22/7/2026) sekira pukul 10:30 WIB.

Kedatangan mereka dengan mengendarai sepedamotor dan betor serta membawa toa ,foster dan spanduk bertuliskan,meminta Kadis Perhubungan, Albet Butar-Butar untuk mundur dari jabatannya. Pasalnya, Kadis dinilai tidak beres bekerja sebagai pimpinan di Dinas tersebut.

“Kadis Perhubungan Albert Butar – butar kami dinilai bekerja tidak proporsional dan tidak beres. Hal itu terbukti dengan dicabutnya Akreditasi Gedung Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) di Dinas Perhubungan Asahan. Akibatnya, sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari uji tersebut hilang, “tegas Ketua GEMPPAR Asahan,Raihan Panjaitan dalam orasinya.

Bacaan Lainnya

” Untuk itu. Kita minta Kadis Perhubungan untuk segera mundur dari jabatannya. Karena dinilai tidak becus bekerja. Selain itu, kita minta aparat penegak hukum untuk memeriksa Dinas Perhubungan Asahan, “ujar Raihan.

Setelah beberapa jam melakukan orasi didepan kantor Dishub Jalan Abdi Satya Kisaran, akhirnya mereka diterima oleh Kabid Management Rekayasa Dishub Asahan , Zakaria Tarigan.

Dalam jawabannya, Zakaria Tarigan tidak bisa menjawab semua apa yang diharapkan para mahasiswa yang berdemo hari ini. “Saya tidak berani menjawab satu pertanyaan pun. Karena tidak ada izin dari Kadis Perhubungan, “ujar Zakaria Tarigan.

Tidak puas dengan jawaban Zakaria Tarigan, massa akhirnya melanjutkan aksinya di Kantor Bupati Asahan Jalan Jenderal Sudirman. Disini mereka langsung melakukan orasi didepan Kantor Bupati.

” Kami minta Bupati Asahan,Taufik Zainal Abidin Siregar, untuk segera mencopot jabatan Kadis Perhubungan Asahan, Albert Butar butar. Dia kami nilai tidak layak jadi kadis. Tidak becus bekerja, “tegas Korlap Aksi GEMPPAR, Arman Maulana Siregar dalam orasinya.

Setelah beberapa jam melakukan orasi didepan Kantor Bupati Asahan secara bergantian. Namun, tidak ada satupun pejabat Pemkab Asahan yang menerima. Akhirnya mereka melanjutkan aksinya ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan.

“Kami minta Kejaksaan Asahan untuk segera memeriksa adanya ndikasi KKN di Dinas Perhubungan Asahan. Terkait kegiatan proyek pengadaan tahun 2025 yang diduga tidak selesai dan mendapatkan Temuan Ganti Rugi (TGR) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumut, akibat dikerjakan oleh rekanan yang asal jadi, “teriak Arman Siregar.

” Kami juga meminta Kejari Asahan, untuk segera memeriksa dugaan biaya pengeluaran perjalanan dinas disinyalir fiktif di Dinas Perhubungan Asahan Tahun 2023 hingga Tahun 2025,”tegas Arman Siregar.

“Meminta dan mendesak Kejari Asahan, untuk memeriksa semua rekanan proyek kegiatan pengadaan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU ), pengadaan penambahan paku jalan, pengadaan marka jalan dan pengadaan papan nama jalan yang terindikasi tidak Standar (SNI). Semua dikerjakan diduga cacat mutu dan dipasang di kecamatan sudah hancur, “tegss Raihan Panjaitan.

Usai melakukan orasi secara bergantian, akhirnya mereka diterimanya langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Asahan, Fahri SH, MH.

Dalam jawabannya, Kasi Intel mengaku akan menindak lanjuti semua aspirasi massa. ” Kami dari Kejari Asahan, akan menindak lanjuti aspirasi adik-adik mahasiswa yang ada di statment ini, “tegas Fahri.

Puas mendengar jawaban Kasi Intel, massa akhirnya membubarkan diri dengan pengawalan dari polisi Polres Asahan. (AH)

suarapancasilaid'

Pos terkait