PURWAKARTA (JABAR) -SUARAPANCASILA.ID-Langkah progresif ditunjukkan oleh jajaran Pengurus MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta melalui peluncuran Koperasi Jaringan Aspirasi Masyarakat Indonesia Abadi (JAM Indonesia Abadi).
Inisiatif ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan modern berbasis desa, dengan memanfaatkan potensi lokal dan mengintegrasikannya ke dalam ekosistem ekonomi digital serta kolektif yang berkelanjutan.
Sosialisasi pembentukan koperasi itu juga dibalut dengan agenda Rapat Koodinator (Rakor) organisasi tersebut digelar di di Pondok Evita, Ciracas Kecamatan Kiarapedes, Selasa 28 Juli 2026.
Rakor juga dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus MPC dan jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Pemuda Pancasila se-Kabupaten Purwakarta. Tampak hadir juga sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta yang juga pengurus MPC dan Ketua PAC PP Plered, Wanayasa, Tegalwaru dan Ketua PAC PP Kiarapedes, selaku tuan rumah.
“Agenda ini menindaklanjuti progam MPN Pemuda Pancasila, kita akan bentuk satu desa/kelurahan satu koperasi. Misalnya, untuk Desa Bunder, nama koperasinya JAM Bunder Abadi, demikian seterusnya termasuk kelurahan-kelurahan,” ujar Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta, Nina Heltina di sela Rakor dan Sosialisasi Pembentukan Koperasi JAM Abadi.
Teh Nina juga menargetkan dapat membentuk 192 koperasi di desa dan kelurahan di Purwakarta. “Dalam hal ini, Pemuda Pancasila juga menggandeng APDESI Merah Putih. Untuk badan hukum masing-masing koperasi akan dibuatkan oleh MPC PP Purwakarta,” kata Teh Nina.
Sementara, Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta, Asep Fapet Kurniawan menjelaskan terdapat sejumlah poin-poin konsep ekonomi kerakyatan modern berbasis desa ini diantaranya .endorong pelaku UMKM, peternakan dan lain-lain di tingkat pedesaan untuk mengadopsi teknologi digital dalam pemasaran, pencatatan keuangan, dan perluasan jangkauan pasar. Menggali dan memasarkan produk unggulan desa (mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga produk kreatif lokal) melalui jaringan koperasi yang terpusat dan terstruktur.
“Tujuannya adalah .embangun kolaborasi strategis bersama di desa-desa guna menciptakan rantai pasok ekonomi yang efisien, transparan, dan berdaya saing tinggi dan bisa menjadi jembatan nyata bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi ekonomi serta mendapatkan akses permodalan yang mudah, adil, dan transparan.
“Koperasi modern berbasis desa bukan sekadar wadah simpan pinjam, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi inklusif yang menempatkan kesejahteraan anggota sebagai prioritas utama,” kata Kang Fapet.
Tujuan lainnya, lanjut Kang Fapet, adalah membantu membebaskan masyarakat desa dari ketergantungan terhadap praktik pembiayaan informal yang merugikan (seperti rentenir) melalui penyediaan pembiayaan yang sehat. Membuka peluang kerja di tingkat lokal melalui berbagai unit usaha produktif yang dikelola secara profesional oleh koperasi dan masyarakat.
“Dan pada akhirnya agenda pada program ini adalah mengimplementasikan nilai gotong royong dan keadilan sosial secara nyata dalam praktik perekonomian sehari-hari di akar rumput.
Melalui pendekatan modern dan berbasis desa ini, Koperasi JAM Indonesia Abadi diharapkan mampu menjadi percontohan (role model) bagi pengembangan koperasi daerah, sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi nasional yang bermula dari kekuatan desa,” demikian Kang Fapet.
*Latar Belakang Program*
Musyawarah Besar (Mubes) XI Pemuda Pancasila yang diselenggarakan di Jakarta pada 26–28 Oktober 2025 menjadi momentum lahirnya gerakan ekonomi rakyat berbasis desa melalui peluncuran JAM Center Indonesia, sebuah inisiatif strategis yang digagas oleh Yayasan JAM Center Indonesia dan bekerja sama dengan Pemuda Pancasila sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan nasional.
Inisiatif ini hadir untuk memperkuat kemandirian pangan nasional serta membangun koperasi rakyat modern yang terintegrasi secara logistik dan digital. Gerakan tersebut menandai komitmen baru Pemuda Pancasila untuk tidak hanya menjaga nilai ideologi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat desa.











