2.000 Pelari Ramaikan Brebes Beres Run 2026, Sport Tourism Mulai Digenjot

Oplus_16908288

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Sebanyak 2.000 pelari dari berbagai daerah memadati Alun-alun Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu pagi, 13 September 2026. Mereka mengikuti Brebes Beres Run (BBR) 2026 yang mempertandingkan kategori 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K).

Ajang ini tidak sekadar menjadi perlombaan lari. Pemerintah Kabupaten Brebes menjadikannya bagian dari upaya mengembangkan sport tourism sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari luar Brebes.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 05.00 WIB. Ribuan peserta bergerak menyusuri rute perlombaan yang melewati sejumlah kawasan di Brebes. Di sepanjang lintasan, warga, komunitas, sekolah, dan instansi turut memberikan dukungan melalui titik-titik cheering.

Bacaan Lainnya

Suasana lomba menjadi lebih hidup dengan musik, yel-yel, dan berbagai aksi kreatif dari para pendukung. Rute yang biasanya menjadi ruang lalu lintas warga pada pagi hari berubah menjadi arena olahraga sekaligus ruang interaksi masyarakat.

Flag off kategori 10K dilakukan Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Brebes, Inneke Tri Sulistiawati. Ia hadir mewakili Bupati Brebes bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Adapun kategori 5K dilepas Ketua TP-PKK Kabupaten Brebes Ahmad Saeful Ansori bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes Fajar Adi Widiarso.

Konsep sport tourism menjadi salah satu pesan utama dalam penyelenggaraan BBR 2026. Olahraga dipadukan dengan hiburan, kreativitas, budaya, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah membuka peluang untuk mengenalkan Brebes tidak hanya sebagai daerah penghasil bawang merah dan telur asin, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki agenda olahraga dan destinasi wisata.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan kegiatan olahraga seperti Brebes Beres Run memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ini adalah event olahraga yang bagus, masyarakat tumpah ruah dan pastinya banyak manfaatnya,” kata Paramitha.

Menurut dia, kegiatan olahraga tidak berhenti pada persoalan kebugaran. Event semacam itu juga dapat menciptakan ruang kegembiraan dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

Setelah mencapai garis finis di Alun-alun Brebes, peserta memperoleh medali finisher dan refreshment. Mereka kemudian mengikuti rangkaian hiburan yang disiapkan panitia.

Sejumlah penampilan musik turut mengisi panggung, antara lain Restu Van Houten dan Discopedia. Hiburan tersebut membuat kawasan Alun-alun Brebes tetap ramai setelah perlombaan berakhir.

Panitia juga memberikan penghargaan Best Costume bagi peserta dengan kostum paling unik. Sementara penghargaan Best Cheering diberikan kepada kelompok pendukung yang dinilai paling kreatif dalam menyemangati pelari.

Doorprize menjadi bagian lain dari rangkaian acara. Peserta dan masyarakat tetap bertahan hingga agenda perlombaan dan hiburan selesai.

Keterlibatan warga menjadi salah satu kekuatan BBR 2026. Dukungan di sepanjang lintasan membuat perlombaan tidak hanya berlangsung antara pelari dan catatan waktu, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian dari pertunjukan olahraga.

Dengan 2.000 peserta, BBR 2026 menunjukkan bahwa event olahraga dapat menjadi instrumen promosi daerah. Pelari dari luar daerah yang datang untuk mengikuti lomba berpotensi mengenal kuliner, produk lokal, serta destinasi wisata Brebes.

Tantangannya adalah menjaga event tersebut agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Konsistensi penyelenggaraan, kualitas rute, promosi, dan keterhubungan dengan destinasi wisata menjadi faktor penting jika Brebes ingin membangun BBR sebagai agenda sport tourism.

Brebes Beres Run 2026 setidaknya telah membuka ruang itu. Ribuan pelari datang untuk berlari, sementara masyarakat menjadi bagian dari keramaian yang menghidupkan pusat kota sejak pagi.

Dari sebuah perlombaan lari, Brebes mulai menawarkan pengalaman lain: olahraga yang bertemu dengan hiburan, ekonomi lokal, dan promosi wisata.

suarapancasilaid'

Pos terkait