JOMBANG (JATIM).SUARAPANCASILA.ID – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Jurnalis Terate Indonesia ( DPC JTI ), pembina dan ketua DPC memberikan penjelasan mengenai kalimat yang sangat populer di sebuah organisasi. Kalimat itu berbunyi “JTI tidak ke mana-mana tapi ada di mana-mana”
Hal itu disampaikan pembina JTI Jombang, Drs.Purwanto, M.K.P., dan ketua DPC JTI Jombang Siyanto, ketika konsolidasi pengurus di Rumah Makan Zam-Zam Diwek Jombang seminggu yang lalu.Minggu, 21 Juni 2026q
Menurut Mas Purwanto atau Mas Gempur panggilan akrab, pemahaman atas kalimat “JTI ada di mana-mana dan tidak ke mana-mana’ bermakna bahwa seorang Jurnalis sudah mantap atas prinsip, keyakinan, dan kode Etik Jurnalistik tetapi mampu berperan penting di mana-mana, disegala aspek kehidupan.
“Bahwa ada di mana-mana tidak ke mana-mana,”yang dimaksud adalah ibarat Intelejen yang bisa masuk ke berbagai lini kehidupan bermasyarakat maupun instansi Pemerintahan, imbuh Mas Gempur
Tugas pokok dan fungsi nya adalah membantu PSHT mulai dari Pusat dan Cabang dalam menjaga nama besar dan nama baik PSHT melalui edukasi dan publikasi kegiatan PSHT Pusat maupun Cabang kepada masyarakat internal PSHT maupun masyarakat umum melalui tulisan jurnalistik di media masing – masing tempat mereka bekerja, untuk meningkatkan simpatik publik internal PSHT dan Publik eksternal PSHT ( Pemerintah, TNI – POLRI dan masyarakat umum ) terhadap PSHT.
Bahwa JTI merupakan organisasi yang dibentuk oleh warga PSHT di Pusat Madiun dan Cabang untuk membantu PSHT PUSAT DAN CABANG dalam hal publikasi dan edukasi kepada warga dan siswa PSHT juga kepada warga masyarakat secara umum.
JTI merupakan “wadah Profesi Jurnalis yg berasal dari warga PSHT dan bekerja di berbagai media masa baik Media Konvensional maupun Media Online.” Sehingga walaupun seorang jurnalis JTI bekerja di masing-masing media yang berbeda, mereka berkewajiban melaksanakan misi untuk meningkatkan, menjaga dan mengembangkan nama baik PSHT. ( Biarpun JTI di mana- mana, hati mereka tetap PSHT dan wajib untuk menjunjung tinggi nama PSHT ) melalui tulisan jurnalistik mereka di media masing masing.
Karena itu seorang jurnalis JTI WAJIB menjaga sikap, perilaku dan Profesi Jurnalis sesuai kode etik profesi Jurnalitik dan juga menjaga sikap, perilaku sebagai seorang warga PSHT sesuai ajaran PSHT dan menjaga nama baik PSHT.
Memberikan pemahaman kepada pengurus dan anggota JTI, bahwa JTI merupakan organisasi untuk membantu Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang PSHT dalam hal ini melalui HUMAS Pusat Madiun, dengan tugas dan fungsinya untuk mempublikasikan dan mengedukasi masyarakat internal PSHT dan masyarakat di luar PSHT melalui media massa di mana tempat mereka bekerja sebagai seorang jurnalis, untuk menjaga nama baik dan nama besar PSHT.
Jurnalis JTI, berkewajiban mempublikasikan kegiatan PSHT PUSAT dan Cabang yang dirilis oleh humas, maupun hasil investigasi jurnalistik di lapangan dengan memperhatikan kaidah-kaidah JURNALISTIK di masing-masing media tempat JTI bekerja, untuk menjunjung tinggi nama baik PSHT.
JTI tegak lurus dengan Pengurus Pusat dan Cabang PSHT, baik dalam hal organisasi maupun tindak lanjut/Pelaksanaan kebijakan pengurus Pusat dan Cabang PSHT dalam melaksanakan tugas di lapangan.
Sementara ditempat sama, ketua DPC JTI Siyanto menjelaskan tentang awal mula terbentuknya lembaga media sayap di PSHT dicabang Jombang adalah mulai dari kepemimpinan Almarhum ketua Cabang Kang Mas Heru Ariwanto.
Siyanto yang berprofesi di Satuan Pengaman PT. SSKM dan BBJ Jombang, seorang Pria kelahiran Jombang, 11 November 1979 yang berdomisili di Jl Joyolengkoro Kec/Ds Ploso, Kabupaten Jombang merangkap pekerjaan sebagai seorang jurnalis dan dipercaya memegang Kabiro Rajawalimedia.net dari PT.Rajawali Media Perkasa Surabaya dan Jurnalis SUARAPANCASILA.ID untuk Kabupaten Jombang sekaligus keluarga besar PSHT cabang Jombang.
Sejak tahun 2022 hingga sekarang informasi pemberitaan/publikasi tentang segala kegiatan PSHT di Kabupaten Jombang tak henti-hentinya selalu diangkat di dunia maya hingga buming dikenal cabang-cabang lain.Publikasi ini didasari niat yang tulus dan ihklas mengabdi untuk PSHT agar informasi tentang kegiatan yang positif diketahui internal PSHT maupun masyarakat, karena hingga saat ini banyaknya oknum yang berbuat onar dijalanan hingga kepecayaan masyarakat menurun kepada perguruan PSHT, bahwa pengabdian ini dilakukan dengan tulus dan ihklas.
Hal itu tidak mudah seperti sekarang banyak media ramai-ramai ingin mencari pembenaran, mencari kuasa ingin didepan seolah yang lain tidak boleh mempublikasi, padahal semua adalah sama-sama warga PSHT, wadah sama, tujuan sama, dan ajarannya sama berbudi pekerti luhur tau benar dan salah, tujuannya menginformasikan hal-hal yang baik mengabdi menjaga marwah perguruan PSHT Pusat Madiun.
Dengan beriringnya waktu kabiro Rajawali media.net sekaligus memegang amanah JTI cabang Jombang mulai 2022 mulai menghubungi saudara sesama warga SH Terate dan berkumpul di Jl.Basuki Rahmad Jabon Jombang, membahas perkembangan informasi media untuk PSHT Cabang Jombang, dan akhirnya terbentuklah Media Center Terate (MCT) hingga berkembang pesat di dunia maya.
“Sejarahnya sangat panjang dan menguji mental, awalnya dari teman dan dihubungkan melalui sambungan WhatsApp dengan ketua DPP JTI Pusat Madiun Kang Mas Agus Cahyono, untuk membentuk kepengurusan dan memimpin JTI di kabupaten Jombang, terbentuklah JTI periode pertama 2022- 2025, dengan adanya JTI dan MCT yang sama-sama dua lembaga sayap PSHT akhirnya menjadikan motivasi bersama dulur SH Terate untuk membentuk Humas PSHT Cabang Jombang yang berjalan hingga sekarang ini”, terangnya ketua DPC JTI Jombang, Siyanto.
Pada intinya keberadan media semua itu adalah wadah untuk berkolaborasi bukan untuk bersaing akan tetapi untuk menginformasikan segala kegiatan yang positif khususnya menjaga marwah perguruan dan bermanfaat untuk masyarakat umumnya.[yan]











