Lomba Mewarnai dan Khitan Massal Gratis di Kedungkandang, Wujud Kepedulian Sosial Yayasan Fatihurrohman

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Semangat kepedulian sosial dan kebersamaan kembali ditunjukkan Yayasan Fatihurrohman melalui kegiatan Lomba Mewarnai dan Khitan Massal Gratis untuk Anak Sekolah Dasar yang digelar di Aula Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Yayasan Intan Mutia, MPC Pemuda Pancasila Kota Malang, Yayasan Klenteng Eng An Kiong Malang, Sahabat Ali Muthohirin (SAM), Roti Juna, serta sejumlah donatur yang turut berkontribusi demi terselenggaranya acara sosial tersebut.

Dalam kegiatan ini, anak-anak mengikuti lomba mewarnai dengan penuh antusias. Para peserta diwajibkan membawa perlengkapan mewarnai masing-masing dan berkesempatan memperoleh hadiah berupa trofi serta uang pembinaan.

Bacaan Lainnya

Selain lomba mewarnai, agenda utama yang menjadi perhatian masyarakat adalah program Khitan Massal Gratis menggunakan metode modern. Metode ini menawarkan berbagai keunggulan, seperti tanpa suntik, tanpa jahit, tanpa perban, serta meminimalkan rasa sakit sehingga lebih nyaman bagi anak-anak. Seluruh peserta juga mendapatkan layanan perawatan pasca khitan secara gratis, ditambah sarung dan angpao dari panitia.

Pengasuh Yayasan Fatihurrohman, Ustadz Rochman Buring, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian sosial sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami membuka kuota sebanyak 100 anak. Tujuan kami sederhana, yaitu membantu mewujudkan generasi yang lebih baik. Dalam ajaran Islam, khitan merupakan bagian dari kesucian. Alhamdulillah kegiatan ini sudah rutin kami laksanakan setiap tahun dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat,” ujar Rochman.

Ia menjelaskan, program khitan massal ini berawal dari dukungan dan arahan sejumlah tokoh sosial, khususnya dari Ormas Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Kota Malang yang saat itu dipimpin tokoh sentralnya, Ja’far Sodiq.

“Dulu kami dituntun oleh BNPM Kota Malang untuk mengadakan khitan massal. Alhamdulillah hingga sekarang bisa terus berjalan. Kegiatan pertama dilaksanakan di yayasan, kemudian di KUA, lalu kembali di KUA, dan tahun ini di Aula Kelurahan Kedungkandang,” jelasnya.

Menurut Rochman, hingga pelaksanaan kegiatan, jumlah peserta yang terdata mencapai 47 anak dari kuota awal 100 peserta. Namun panitia melakukan penyesuaian kuota hingga 50 persen karena beberapa kendala yang tidak dapat dihindari.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari para donatur dan masyarakat yang dengan ikhlas memberikan bantuan untuk kemaslahatan umat.

“Semua berjalan karena orang-orang yang ikhlas. Insyaallah orang-orang yang ikhlas untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan tidak akan pernah kekurangan. Kami bersyukur karena tahun depan sudah ada sejumlah lembaga yang mulai melirik dan ingin merangkul kegiatan ini. Bahkan beberapa lembaga negara juga mulai mengikuti langkah-langkah yang kami lakukan,” tambahnya.

Rochman berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak untuk berbuat kebaikan.

“Harapan kami, jangan pernah bosan berjalan di jalan yang bermanfaat bagi siapa pun. Selama kegiatan itu memberikan manfaat bagi masyarakat, maka harus terus dijaga dan dilanjutkan,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu wali peserta khitan massal, Doni Kurniawan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Yayasan Fatihurrohman beserta seluruh sponsor dan donatur yang telah mengadakan khitan massal gratis ini. Program seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan. Pelayanannya baik, anak-anak juga terlihat nyaman karena menggunakan metode modern. Semoga kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun dan semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya,” ungkap Doni.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara yayasan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan para dermawan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong di Kota Malang.

 

REPORTER : DONI KURNIAWAN

EDITOR : DENNY W

suarapancasilaid'

Pos terkait