BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Wakil Ketua DPW PPP Jawa Timur, Nur Hasan, M.Si., resmi menutup Musyawarah Cabang (Muscab) X DPC PPP Kabupaten Bojonegoro yang digelar di Kantor DPC PPP Bojonegoro, Minggu (14/6/2026).
Dalam arahannya, Nur Hasan menegaskan bahwa PPP harus terus berbenah menjadi partai yang lebih modern, inklusif, dan terbuka terhadap seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, hasil Muscab harus menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029.
“Atas nama DPW PPP Jawa Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada K.H. Sunaryo Abuma’in beserta seluruh kader yang telah berjuang membesarkan PPP. Semoga segala ikhtiar yang dilakukan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.
Nur Hasan menegaskan, PPP merupakan partai yang lahir dari perjuangan para ulama. Karena itu, hubungan baik dengan ulama harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas dan kekuatan partai.
“PPP adalah partai warisan ulama. Siapa pun yang memimpin partai ini harus menjaga hubungan baik dengan para ulama karena mereka merupakan bagian penting dari sejarah dan perjuangan PPP,” katanya.
Selain menjaga nilai-nilai perjuangan partai, Nur Hasan juga mendorong PPP untuk semakin terbuka terhadap berbagai kalangan. Menurutnya, partai harus menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat yang memiliki semangat membangun bangsa dan daerah.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi kader dengan memberi ruang lebih luas bagi generasi muda. Perubahan perilaku pemilih harus direspons dengan pendekatan yang lebih adaptif, termasuk memperkuat kehadiran partai di media sosial dan ruang digital.
“Jangan sampai PPP dianggap sebagai partainya orang tua. Kita harus mengikuti perkembangan zaman, aktif di media sosial, dan memberi kesempatan kepada anak muda untuk tampil dan berkreasi,” tegasnya.
Menurut Nur Hasan, keterlibatan Generasi Z dan tokoh-tokoh muda yang memiliki kapasitas serta mobilitas tinggi akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing PPP pada Pemilu 2029.
Di akhir sambutannya, ia mengingatkan bahwa kepengurusan baru hasil Muscab akan segera menghadapi sejumlah agenda strategis partai, mulai Musyawarah Anak Cabang (Musancab) hingga persiapan verifikasi faktual.
“Pengurus yang baru memiliki tanggung jawab besar. Konsolidasi harus segera dilakukan hingga tingkat bawah agar PPP siap menghadapi seluruh tahapan politik ke depan,” tandasnya.
Muscab X PPP Bojonegoro menghasilkan sejumlah rekomendasi organisasi dan program kerja yang diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan partai, peningkatan soliditas kader, serta upaya mengembalikan kejayaan PPP di Kabupaten Bojonegoro menjelang Pemilu 2029.











