Mahasiswa STIE Widya Manggalia Geruduk Kampus, Tuntut Kejelasan Perkuliahan

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Widya Manggalia menggelar aksi unjuk rasa di kantor pengelola yayasan kampus, Minggu (27/12/2025). Aksi ini dipicu ketiadaan rilis resmi dari pihak lembaga terkait kondisi kampus yang belakangan menimbulkan keresahan.

Para mahasiswa membawa spanduk berisi tuntutan dan berorasi di depan gedung kampus. Mereka menyoroti ketidakjelasan jadwal kuliah serta nasib perkuliahan semester berjalan.

Koordinator aksi, Moh. Sakha Nusa Saputra, menyebut ada empat poin utama yang disuarakan, yakni mempertanyakan kejelasan masalah kampus, nasib perkuliahan semester ini, kepastian kuliah tatap muka, serta permintaan agar lembaga segera merilis pernyataan resmi secara terbuka. Menurutnya, keresahan mahasiswa bermula sejak 12 Desember ketika kelas sore tiba-tiba diliburkan dan diganti dengan perkuliahan daring.

Bacaan Lainnya

“Sebelum tanggal 12 semua perkuliahan berjalan lancar, namun di hari itu kelas sore diliburkan secara tiba-tiba. Kemudian sejak Senin 15 Desember hingga sekarang kuliah online, tapi tidak ada pengumuman resmi bahkan penjelasan kenapa,” kata Sakha, Minggu (28/12/2025).

Mahasiswa juga menyinggung sejumlah masalah lain, mulai dari penggembokan kampus hingga pencopotan identitas STIE Widya Manggalia, yang akhirnya memaksa mereka turun ke jalan. Dalam aksi tersebut, perwakilan mahasiswa menyerahkan surat tuntutan kepada pihak Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.

Ketua Lembaga STIE Widya Manggalia Brebes, Dr. Lusia Wulandari Sutejo SE MM, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. “Lembaga memahami dan menghargai aspirasi serta kekhawatiran mahasiswa. Aspirasi tersebut sudah kami teruskan secara resmi kepada pihak yayasan agar segera diselesaikan,” ujar Lusia melalui pesan singkat kepada wartawan.

Ia menambahkan, yayasan telah melaporkan permasalahan ini kepada pihak berwajib sejak 15 Desember dan saat ini proses hukum sedang berjalan. “Lembaga menghormati sepenuhnya proses hukum tersebut dan berharap pihak kepolisian dapat menangani secara profesional dan secepatnya, sehingga tercipta kepastian hukum dan rasa keadilan bagi seluruh pihak,” tegasnya.

Lusia mengajak seluruh mahasiswa dan civitas akademika menjaga ketenangan serta suasana akademik yang kondusif. “Lembaga berkomitmen memastikan kegiatan akademik dan pelayanan kepada mahasiswa tetap berjalan dengan baik sambil menunggu penyelesaian melalui jalur yang tepat. Mari kita mengedepankan dialog dan mempercayakan penyelesaian melalui mekanisme hukum demi kebaikan bersama,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *