NASIONAL,SUARA PANCASILA.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 ini mengalami penurunan terhadap PDB. Angkanya, dari yang sebelumnya target awal 2,92 persen menjadi 2,8 persen.
Hal ini diungkapkan Menkeu Purbaya usai menemui lembaga pemeringkat S&P Global saat melakukan kunjungan kerja di Amerika Serikat. Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyebut defisit APBN kemungkinan terkoreksi usai diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“(Defisit) 2,9 (persen) pada waktu kita laporan awal, tapi di LKPP (Laporan Keuangan Pemerintah Pusat) nanti kira-kira akan turun ke 2,8 persen,” katanya dalam keterangan video, dikutip Jumat (16/4). Dirinya menklaim, S&P memberikan respon positif usai mendapat laporan tersebut.
Menkeu menyimpulkan lembaga tersebut melihat ada perbaikan ekonomi di triwulan keempat 2025 dibanding kuartal sebelumnya. “Dan indikator awal sekarang, sepertinya mereka melihat juga melihat, semua aktivitas ekonomi sudah membaik,” ucap dia.
Meski demikian, ada masukan dari S&P untuk Menteri Purbaya terkait rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan yang berada di atas 15 persen. “Saya bilang, kita akan monitoring terus, kita akan monitor terus, dan pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan kita jaga, tidak memburuk revisi pembayaran tambahan,” beber Menkeu Purbaya.
Tak hanya itu, Menkeu juga membocorkan kalau S&P bakal datang ke Indonesia pada Juni mendatang untuk menilai strategi fiskal RI.
“Kalau message dari mereka clear, dan mereka Juni nanti akan datang lagi ke indonesia untuk mendiskusikan, menilai kondisi perekonomian secara keseluruhan. Jadi mereka pandangannya amat positif terhadap Republik Indonesia,” tukasnya.










