BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, memimpin kegiatan penanaman mangrove di kawasan Pantai Pantai Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pencapaian target nasional penanaman dua miliar pohon sekaligus memperkuat rehabilitasi ekosistem pesisir.
Mengusung tema “Menanam Hari Ini untuk Generasi Esok”, kegiatan itu melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, hingga para relawan sebagai bentuk kolaborasi dalam pemulihan ekosistem mangrove.
Dalam sambutannya, Jumhur menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Penanaman mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi bagian dari gerakan bersama untuk memulihkan lingkungan dan menjaga masa depan. Mari kita perkuat kolaborasi agar setiap mangrove yang ditanam benar-benar tumbuh, melindungi pesisir, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Jumhur.
Ia menjelaskan, mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, banjir rob, dan gelombang pasang. Selain itu, hutan mangrove juga menjadi habitat berbagai jenis biota serta mampu menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berperan penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, Indonesia masih memiliki sekitar 770.000 hektare kawasan mangrove yang memerlukan rehabilitasi. Karena itu, menurut Jumhur, keberhasilan pemulihan mangrove hanya dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor.
Pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, hingga masyarakat umum dinilai memiliki peran penting untuk memastikan setiap bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.
Sementara itu, Wakil Bupati Brebes, Wurja, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Brebes. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi dan banjir rob.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Brebes. Kehadiran beliau menjadi motivasi sekaligus penyemangat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Kami berkomitmen memperkuat upaya pemulihan ekosistem mangrove melalui penanaman yang berkelanjutan sebagai langkah nyata melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan banjir rob,” ucap Wurja.
Pemerintah berharap kegiatan penanaman mangrove di Pantai Randusanga Kulon dapat menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam rehabilitasi kawasan pesisir. Selain memperkuat perlindungan pantai dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, rehabilitasi mangrove juga diharapkan mampu mendukung perekonomian masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan.
Melalui gerakan nasional penanaman dua miliar pohon, Kementerian Lingkungan Hidup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, serta mewariskan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.











