MUI Tanah Laut Perkuat Keimanan Muallaf Lewat Orientasi Keislaman

Pelaihari(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Upaya memperkuat akidah, ibadah, dan pemahaman keislaman bagi para mualaf terus dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Laut. Melalui Bidang Dakwah dan Pengabdian Masyarakat, MUI Tanah Laut menggelar kegiatan Orientasi Penguatan dan Pengamalan Keislaman bagi Muallaf se-Kabupaten Tanah Laut yang diikuti sekitar 40 orang mualaf, Sabtu (4/7/2026), di Pelaihari.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan bagi para mualaf agar semakin mantap menjalani kehidupan sebagai seorang muslim, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap akidah, ibadah, serta akhlak Islam di tengah derasnya tantangan perkembangan zaman.

Ketua MUI Kabupaten Tanah Laut, KH Ahmad Syarifudin Noor, secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sambutan. Ia menegaskan bahwa dakwah dan pendidikan merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus ikhtiar menjaga dan menguatkan keimanan umat.

Bacaan Lainnya

“Salah satu syiar Islam dan menguatkan keimanan & pengamalan kita akan agama Islam yg kita cinta’i dgn da’wah & pendidikan adalah suatu bentuk mengamalkan da’wah kita akan Agama islam, sebagaimana saat zaman jahiliah mempertahankan islam merupakan agama minoritas atas agama2 lain, kafir Quraisy, Yahudi dll, dalam membela Aqidah, secara fisik dan membela agama Islam, saat ini kita lewat pendidikan berjuang untuk mempertahankan Aqidah Islam kita, dari serangan dgn tekhnologi informasi & komunikasi, dgn media sosial, yg saat ini sungguh dahsyat,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar keluarga mualaf memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan di Tanah Laut, karena tersedia berbagai kemudahan, termasuk keringanan biaya.

“Khusus untuk keluarga Muallaf berpesan dihimbau untuk bisa kuliah di Tala dgn mendapatkan keringanan untuk biaya dll. tidak hanya di kabupaten atau kecamatan, kalau dulu perjuangan kita diujung pedang namun saat ini perjuangan kita di ujung pena,” katanya.

Dalam kesempatan itu, KH Ahmad Syarifudin Noor juga menyinggung pentingnya pemahaman fikih muamalah bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pedagang.

“Sasaran dari MUI Tala nantinya yg akan disampikan bidang fatwa yg akan datang, pengusaha & pedagang jual beli yg benar tentunya cara berdagang yg baik, barang yg sdh di beli tdk boleh di kembalikan, ini cara2 yahudi, sedangkan cara nabi di bolehkan dikembalikan (ikholah),” tuturnya.

Orientasi menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam kehidupan seorang muslim.

Narasumber pertama, KH Ilham Humaidi, Pimpinan Majelis As-Shofa Banjarmasin, menyampaikan materi bertajuk “Belajar Ibadah dengan Benar dan Istiqamah”. Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanya bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal.

Menurutnya, keselamatan dunia dan akhirat hanya dapat diraih melalui ilmu agama yang dipelajari dengan benar dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kehidupan didunia hanya sementara dgn banyak mudarat, maslahat, untuk selamat didunia maupun di akhirat dengan ilmu- ilmu agama yg dijadikan amaliyah dikehidupan kita, untuk di pelajari..sholat yg benar seperti apa…? tentunya dgn belajar yg bener. tidak dgn napsu namun dengan belajar..bagaimana dgn sholat yg benar tentunya belajar dgn yg benar dengan guru yg benar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ilmu tidak cukup hanya dipelajari, tetapi juga harus diamalkan agar menjadi jalan menuju keridaan Allah SWT.

“Guru yg bisa membawa kita penganugrahan terbaik dari Allah SWT iyalah penghambaan kepada Allah swt. hadiah dari Allah SWT akan Ridho dgn ketentuan Allah SWT tentunya inilah hadiah yg terbesar akan Ridho yg telah Allah takdirkan. tidak dgn keinginan & nafsu kita namun ke ridhoan Allah SWT. tentunya menerima dgn sabar dan ikhlas menerimanya akan ketentuan Allah SWT,” katanya.

KH Ilham juga mengingatkan pentingnya menjaga istiqamah dalam beribadah.

“Istigamah amalannya tdk terputus. jadilah org yg sabar, jgn jadi org yg bangkrut. Agama islam akan Tegak lurus,” pesannya.

Menjawab pertanyaan peserta mengenai seorang suami mualaf yang kesulitan menjalankan salat karena pekerjaan, ia mengatakan, “Harus di coba terus untuk melaksanakan kewajiban sholat..bagaimana pun harus dgn kita untuk melaksanakan sholat dlm waktu kapan pun akhir harus di khodo ” qodoan “.”

Materi kedua disampaikan Habib Ibrahim Assegaf dari Kintap dengan tema “Mengokohkan Tauhid sebagai Pondasi Kehidupan Muslim”.

Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh mualaf untuk semakin mensyukuri hidayah yang telah diberikan Allah SWT.

“Muallaf itu relatif. yg menurut beliau keimanan sdh mantab kalau dilihat dari fisik & wajah bapak & ibu. Allah SWT lah yg berkehendak… menghendakiNYA untuk bapak & ibu memeluk Islam. cahaya ketuhanan itulah yg telah Allah SWT berikan kpd bapak dan ibu,” ujarnya.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Salah seorang peserta, Pak Sutrisno, menanyakan bagaimana sikap seorang mualaf apabila orang tuanya belum memeluk agama Islam.

Menanggapi hal tersebut, Habib Ibrahim Assegaf menjawab, “Do’akn terus semoga ortunya dapat hidayah sbgmn kamu juga dulu dapat hidayah dari Allah SWT, tampak kan akhlak Islam dgn kamu taat kepada org tua. org yg lebih tua, sebaya & anak2 tunjukkan akhlak Islam & ibadah dan amaliyah. anda sebagai seorang muslim yg hijrah sehingga jadi muallaf berbuat baiklah kepada semua ummat baik sesama muslim mapun yg non muslim itulah akhlak seorang muslim. semoga ortunya mendapatkan hidayah Allah SWT.”

Menjawab pertanyaan mengenai cara menjaga keimanan di tengah perkembangan zaman, ia menegaskan bahwa benteng utama seorang muslim adalah istiqamah.

“Harus kuat dan Istiqomah berbuat lurus bgmn cara membentengi iman kita,” tegasnya.

Kegiatan orientasi yang diselenggarakan oleh Bidang Dakwah dan Pengabdian Masyarakat MUI Kabupaten Tanah Laut tersebut ditutup oleh Ketua Bidang Dakwah dan Pengabdian Masyarakat, KH Khairil Anam.

Dalam penutupannya, ia mengupas pentingnya akhlak seorang muslim sejati, yakni membangun kesabaran, ketaatan kepada Allah SWT, terus berbuat baik, serta ikhlas menerima segala ketetapan-Nya. Ia juga mengajak para mualaf untuk terus menapaki jalan yang lurus, menjaga keistiqamahan dalam beribadah, serta mengajak seluruh anggota keluarga berhijrah menuju ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Melalui kegiatan tersebut, MUI Kabupaten Tanah Laut berharap para mualaf tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan keislaman, tetapi juga semakin kokoh dalam akidah, benar dalam menjalankan ibadah, dan mampu menjadi teladan melalui akhlak mulia di tengah kehidupan bermasyarakat.(suarapancasila.id-hayat)

suarapancasilaid'

Pos terkait