Pelaihari(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanah Laut menggelar Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama sebagai upaya memperkuat harmoni, toleransi, dan sinergi dalam membangun daerah. Kegiatan yang mengusung tema “Membina Umat dalam Taat, Beradab dan Berakhlak, Bersinergi Membangun Tanah Laut yang Kuat” itu berlangsung di Algoritma Resto, Jalan KH. Mansyur, Kelurahan Angsau, Pelaihari, Rabu (24/6/2026).
Dialog tersebut menjadi kegiatan perdana MUI Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2026 yang diselenggarakan melalui dukungan dana hibah Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bidang Hubungan Antar Umat Beragama MUI Tanah Laut yang bertujuan memperkuat semangat persaudaraan, saling menghormati, serta menjaga kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama MUI Kabupaten Tanah Laut, Drs. H. M. Riduansyah, M.I.Kom., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memenuhi undangan untuk mengikuti dialog tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah berhadir memenuhi undangan MUI Tanah Laut melalui Bidang Hubungan Antar Umat Beragama. Kegiatan ini merupakan program pertama MUI Tanah Laut pada tahun 2026 yang dilaksanakan dengan dukungan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya.
Riduansyah menjelaskan, dialog tersebut menjadi awal dari rangkaian program yang akan dilaksanakan oleh berbagai komisi di lingkungan MUI Tanah Laut sepanjang tahun ini.
“Selanjutnya kegiatan serupa juga akan dilaksanakan oleh bidang-bidang lainnya, seperti bidang dakwah, ukhuwah, hukum, ekonomi rakyat, fatwa, seni budaya, dan bidang lainnya. Secara keseluruhan terdapat 11 bidang di MUI Tanah Laut yang akan menjalankan program kerja masing-masing,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut atas dukungan yang diberikan kepada MUI melalui dana hibah. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting bagi MUI dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat sekaligus bermitra dengan pemerintah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut yang telah memberikan dana hibah kepada MUI Tanah Laut. MUI hadir sebagai Khadimul Ummah, yaitu mengabdi kepada masyarakat, sekaligus sebagai Shadiqul Hukumah, yakni mitra pemerintah dalam mewujudkan kemaslahatan bersama. Karena itu, kita harus terus menjaga sikap saling menghormati antaragama dan sesama umat beragama,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Tanah Laut, KH. Ahmad Syarifudin Noor, berharap dialog yang digelar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan hasil dan manfaat yang berkesinambungan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan demi kemajuan daerah.
“Semoga Kabupaten Tanah Laut semakin baik, semakin damai, dan semakin tenteram demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan dari tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya, yakni Drs. H. Ilham Masykuri Hamdie, M.Ag., Pembina Komunitas Literasi Umat Beragama Banjarmasin; dr. H. IGB. Dharma Putra, MKM., Ketua Komisi Kesehatan MUI Kalimantan Selatan; serta KH. Ahmad Syarifudin Noor, Ketua MUI Kabupaten Tanah Laut.
Melalui dialog ini, MUI Kabupaten Tanah Laut berharap tercipta ruang komunikasi yang semakin terbuka antarumat beragama, sehingga nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai dapat terus terpelihara. Semangat tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Tanah Laut yang kuat, damai, dan harmonis di tengah keberagaman masyarakatnya.(suarapancasila.id-hayat)











