PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) menandai peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan sebuah upacara gabungan yang sarat makna, Senin (04/05/2026), di halaman Kantor Bupati. Dua momentum besar itu dipadukan dalam satu panggung kebijakan, menjadi titik tekan bagi arah pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada tata kelola, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia.
Di tengah arus desentralisasi yang terus diuji efektivitasnya, Bupati H. Rahmat Trianto menegaskan kembali fondasi utama otonomi daerah: kemandirian dalam mengelola potensi lokal. Namun, kemandirian itu tidak berdiri sendiri. Ia bertumpu pada pendidikan sebagai pilar pembentuk manusia unggul yang mampu bersaing di tengah perubahan zaman. Semangat Asta Cita menjadi bingkai besar yang menghubungkan dua agenda tersebut—menguatkan daerah sekaligus membangun manusia.
Langkah konkret pun ditunjukkan. Pemkab Tala menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari, dan Institut Bisnis dan Teknologi (IBITEK). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong penguatan literasi, inovasi teknologi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di daerah.
“Kerja sama dengan ULM, UNISKA, dan IBITEK ini difokuskan pada pengembangan sektor pendidikan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas literasi serta kompetensi SDM di daerah kita,” ujar Bupati usai upacara.
Tidak berhenti pada sektor pendidikan, penguatan pelayanan publik juga menjadi agenda penting. Pemkab Tala menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Tanah Laut untuk menghadirkan layanan hukum di Mall Pelayanan Publik (MPP). Kehadiran institusi penegak hukum dalam satu atap pelayanan diharapkan mampu memangkas jarak antara negara dan masyarakat dalam mengakses keadilan.
Pada saat yang sama, stabilitas politik daerah turut diperkuat melalui penyerahan bantuan keuangan secara simbolis kepada sembilan partai politik. Bantuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk pengakuan terhadap peran strategis partai sebagai pilar demokrasi.
Bupati menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan partai sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Sebagai penutup, apresiasi terhadap kinerja aparat penegak hukum turut mewarnai rangkaian kegiatan. Penghargaan diberikan kepada personel Polres Tanah Laut atas keberhasilan mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Bumi Tuntung Pandang—sebuah capaian yang menegaskan komitmen negara dalam melindungi generasi dari ancaman narkoba.
Bupati menyampaikan rasa terima kasih dan dukungannya agar aparat penegak hukum tetap konsisten dalam menjaga wilayah dari ancaman narkoba. “Aparat harus tetap konsisten dalam menegakkan hukum, mengingat perkembangan peredaran narkoba saat ini sangat luar biasa dan mengancam masa depan generasi kita,” tegas Bupati.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tanah Laut. Dalam bingkai kolaborasi yang kian menguat, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat—sebuah janji yang diuji, bukan hanya di panggung seremoni, tetapi dalam kerja nyata sehari-hari.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)










