Partai Golkar Bojonegoro Target Kemenangan Pemilu 2029, Pengurus Diminta Kerja Nyata 

KABUPATEN BOJONEGORO (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Pleno Diperluas. Sebagai langkah awal konsolidasi organisasi memasuki tahun politik menuju Pemilu 2029.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi kader, tetapi juga ruang evaluasi dan penegasan arah perjuangan partai ke depan. Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Bojonegoro, KH.Tamam Syaifudin, M.Si, secara terbuka mendorong seluruh kader untuk memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan Ketua DPD Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto.

“Dinamika politik nasional sudah berjalan. Di daerah, khususnya Bojonegoro, Partai Golkar harus mampu mengambil peran strategis. Kepemimpinan baru ini harus kita dukung bersama agar program partai benar-benar dirasakan dan diterima masyarakat,” ujar Tamam, Sabtu (17/1/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, Fraksi Golkar di DPRD Bojonegoro tidak boleh hanya menjadi pelengkap, melainkan harus tampil sebagai penggagas dan pengawal program strategis, baik yang bersumber dari Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten.

Tamam bahkan menargetkan lonjakan perolehan kursi pada Pemilu 2029. “Jangan puas di 10 kursi. Partai Golkar harus kembali menjadi partai idaman masyarakat Bojonegoro. Itu hanya bisa dicapai kalau kita kompak, bekerja keras, dan hadir sampai tingkat bawah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Bojonegoro Ahmad Supriyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapat Pleno Diperluas ini merupakan bagian dari rangkaian pembenahan internal pasca kepengurusan baru terbentuk.

Ia mengungkapkan, sebelum pleno diperluas digelar, DPD Golkar telah melaksanakan rapat internal yang membahas laporan kegiatan dan keuangan tahun 2025, serta melakukan penyegaran struktur Fraksi Golkar DPRD Bojonegoro guna meningkatkan kinerja politik dan legislasi.

“Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi. Kita siapkan tahapan menuju kemenangan 2029. Peluang itu ada dan sangat mungkin, tapi hanya bisa diraih dengan kerja serius,” ujar Mas Pri sapaan akrabnya.

Ia menegaskan bahwa ke depan Partai Golkar Bojonegoro tidak membutuhkan pengurus yang hanya mengandalkan posisi, melainkan kader yang mau bekerja dan bergerak.

” Saya tidak butuh pengurus yang hanya menunggu jabatan. Saya butuh pimpinan kecamatan dan kader sampai bawah yang mau kerja. Partai Golkar ini bukan partai untuk sekadar numpang nama,”tegasnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menekankan pentingnya setiap bidang di DPD menyusun program kerja konkret, bukan rapat seremonial tanpa hasil. Seluruh program tersebut nantinya akan dirumuskan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026.

Selain konsolidasi struktur, Partai Golkar Bojonegoro juga akan memperkuat pendekatan sosial dan keagamaan, termasuk kegiatan kemasyarakatan menjelang bulan Ramadan dan agenda rutin kaderisasi.

“Kita ingin Partai Golkar hadir dengan program yang nyata, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar slogan politik,” ujarnya.

Rapat Pleno Diperluas ini menjadi sinyal bahwa Partai Golkar Bojonegoro mulai memanaskan mesin politiknya lebih awal. Targetnya jelas: merebut kembali kejayaan partai dengan kerja kolektif, disiplin organisasi, dan penguatan struktur hingga tingkat desa.

“Menang itu bukan kepentingan pribadi, tapi kepentingan partai. Kalau mau menang, kita harus solid dan berjalan bersama,” pungkas dia.

Pos terkait