Pemkab Rejang Lebong Dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Program Strategis Nasional

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dalam mendukung program strategis nasional, khususnya percepatan penurunan stunting.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri SSTP MSi, saat menerima audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., di Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (4/8/2026).

Dalam audiensi tersebut, Plt Bupati didampingi Kepala DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong, Dra. Hj. Gusti Maria, S.H., M.M. Pertemuan turut dihadiri para Penyuluh KB, jajaran DP3APPKB, BKKBN serta pihak terkait lainnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menyampaikan kedatangannya salah satunya untuk melaporkan sekaligus mengundang Plt Bupati Rejang Lebong menghadiri perayaan ulang tahun Ikatan Penyuluh KB Indonesia (IPeKB) tingkat Provinsi Bengkulu yang akan dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong.

Selain itu, audiensi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai program strategis nasional BKKBN, termasuk percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Program strategis nasional, salah satunya percepatan penurunan stunting yang sekarang melalui Genting, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, tentu membutuhkan dukungan pemerintah daerah,” ujar Zamhir.

Zamhir menjelaskan, angka stunting di Provinsi Bengkulu saat ini masih berada di kisaran 18 persen. Sementara itu, angka stunting di Kabupaten Rejang Lebong berada di kisaran 11 persen.

Menurutnya, angka tersebut masih dapat ditekan melalui berbagai langkah intervensi yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Bahkan, Pemkab Rejang Lebong memiliki target yang lebih cepat dibandingkan target nasional 2029 sebesar 14 persen, yakni menekan angka stunting hingga di bawah 10 persen dalam waktu dekat.

“Bagaimana supaya itu dipercepat penurunannya. Kalau target nasional 2029 itu 14 persen, Pak Bupati punya target yang lebih cepat, di bawah 10 persen dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, program Genting tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menyasar berbagai faktor yang menjadi risiko stunting. Salah satunya melalui penyediaan rumah layak huni atau bedah rumah bagi keluarga yang memiliki risiko stunting.

Selain itu, akses terhadap sumber air bersih dan jamban sehat juga menjadi perhatian. Kondisi sanitasi dan lingkungan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyakit pada anak. Jika anak sering mengalami sakit, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting.

Intervensi lainnya adalah pemberdayaan ekonomi keluarga. Menurut Zamhir, penguatan ekonomi keluarga diperlukan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar secara lebih mandiri sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

“Bagaimana keluarga-keluarga kita diberdayakan dari segi ekonomi, secara mandiri. Kita memberikan dorongan,” katanya.

Zamhir menilai upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting karena sebagian besar sumber daya, tenaga, sarana prasarana serta kemampuan menggerakkan masyarakat berada di daerah.

“Pusat tidak bisa bergerak sendiri karena semua ada di daerah. Artinya pemerintah daerah memiliki sumber daya, tenaga, penggerakan masyarakat, dukungan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri SSTP MSi, menyambut baik audiensi dan dukungan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam memperkuat program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga serta percepatan penurunan stunting di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kami menyambut baik kehadiran BKKBN dan jajaran. Kami siap mensupport penuh pelaksanaan kegiatan. Pemkab Rejang Lebong siap berkolaborasi,” tegas Hendri.

suarapancasilaid'

Pos terkait