Plt Bupati Hendri Buka Training Raya LK II Dan LKK Nasional HMI Cabang Curup

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, SSTP, MSi resmi membuka Training Raya Intermediate Training (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup, Minggu (20/9/2026) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Pat Petulai Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong tersebut menjadi bagian dari agenda perkaderan HMI yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Turut hadir Asisten II Setdaprov Bengkulu RA Denni SH MM, Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Sekda Rejang Lebong Iwan Sumantri SE MM, Asisten I Setdakab Rejang Lebong Bobby Harpa Santana SSTP MSi, Asisten II Titin Verayensih SKM MKM, Asisten III Elva Mardiana SIP MSi, KAHMI-Forhati se-Provinsi Bengkulu, unsur Forkopimda, Master of Training (MOT), Steering Committee (SC), peserta LK II dan LKK, mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Rejang Lebong, pengurus HMI Cabang Curup, komisariat serta tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada HMI Cabang Curup beserta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan Training Raya LK II dan LKK tingkat nasional di Kabupaten Rejang Lebong.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan Rejang Lebong sebagai daerah yang terbuka, ramah, religius, serta memiliki semangat intelektual dan kepemudaan yang kuat.

“Mari kita jadikan Rejang Lebong sebagai ruang bertemunya gagasan, persaudaraan, dan pengabdian,” ujar Hendri.Ia berharap Training Raya tersebut mampu melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, akhlak, keluasan ilmu, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, keteguhan prinsip, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Hendri menegaskan, proses perkaderan tidak semata-mata mengenai penyelesaian tahapan pelatihan ataupun memperoleh sertifikat.

“Training Raya adalah proses menempa manusia. Manusia yang diharapkan memiliki keluasan ilmu, kedalaman iman, keteguhan prinsip, kematangan berpikir, keberanian bersikap, dan kepekaan terhadap persoalan umat serta masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang kader tidak hanya dilihat dari seberapa tinggi kemampuan berbicara mengenai perubahan, tetapi juga seberapa besar manfaat yang mampu diberikan ketika berada di tengah masyarakat.

Terlebih, kata Hendri, generasi muda saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, arus informasi tanpa batas, serta semakin beragamnya tantangan sosial menuntut generasi muda untuk mampu memahami sekaligus menyikapi perubahan secara bijak.

“Kita membutuhkan generasi muda yang mampu memahami perubahan, mengawal perubahan, dan mengarahkan perubahan kepada kemaslahatan,” tegasnya.Karena itu, Hendri berpesan kepada seluruh kader HMI dan peserta Training Raya agar tidak berhenti hanya sebagai kader yang aktif berorganisasi.

Ia mendorong para peserta untuk menjadi kader yang mampu berpikir cerdas, membaca perkembangan zaman, memiliki kejujuran moral, serta memberikan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, ilmu harus berjalan bersama akhlak dan kecerdasan harus disertai integritas.”Ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Kecerdasan tanpa integritas dapat kehilangan makna. Kekuasaan tanpa moral dapat kehilangan tujuan, dan kritik tanpa solusi hanya akan menjadi keresahan,” ujarnya.

Kepada seluruh peserta, Hendri juga meminta agar momentum Training Raya dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, menguji gagasan, membangun jejaring persaudaraan, serta belajar dari para instruktur dan senior.

Ia berharap seluruh peserta nantinya kembali ke daerah masing-masing dengan membawa gagasan yang lebih matang, karakter yang lebih kuat, dan semangat pengabdian yang lebih besar.

“Kaderisasi yang sesungguhnya tidak selesai ketika training selesai. Kaderisasi sesungguhnya dimulai ketika seorang kader kembali ke tengah masyarakat dan membuktikan apa yang telah dipelajarinya,” ungkapnya.

Khusus kepada HMI Cabang Curup, Plt Bupati berpesan agar organisasi tersebut terus tumbuh, belajar dan berkembang tanpa kehilangan jati diri sebagai insan akademisi dan insan pengabdi.

Ia berharap kader HMI mampu menjadi generasi yang kehadirannya membawa manfaat, tutur katanya membawa pencerahan, mampu menjaga persaudaraan di tengah perbedaan, serta dapat mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diberikan.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Curup M. Pikri Anandi menyampaikan, setelah pembukaan, rangkaian Training Raya akan dilaksanakan selama tujuh hari, mulai 21 hingga 27 September 2026.

Pikri meminta doa, dukungan dan support dari seluruh pihak agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tingkat nasional tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun eksistensi daerah.

“Kegiatan ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi bagaimana kemudian ini mampu membangkitkan marwah dan nama Rejang Lebong yang lebih baik untuk ke depannya,” ujar Pikri.

Dengan menghadirkan peserta dari berbagai daerah, HMI Cabang Curup berharap Training Raya tersebut tidak hanya menjadi ruang penguatan kaderisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi dan karakter Kabupaten Rejang Lebong kepada peserta dari luar daerah.

Usai menyampaikan sambutannya, Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri secara resmi membuka Training Raya Intermediate Training (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional HMI Cabang Curup Tahun 2026.

Pembukaan ditandai pemukulan gong oleh Plt Bupati dan dol oleh Forkopimda. Kemudian dilanjutkan dengan Stadium General oleh Asisten 2 Setdaprov Bengkulu RA Denni mewakili Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan SE.

suarapancasilaid'

Pos terkait