SIAK, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mempercepat penanganan Jalan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB)–Sungai Rawa sepanjang 6,4 kilometer melalui kolaborasi dengan perusahaan di sekitar kawasan. Ruas jalan tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas di Kawasan Industri Tanjung Buton.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi atas persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan pelayanan publik tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Saya tidak diam bapak/ibu. Hari ini tidak banyak kepala daerah yang berani menyuarakan hak-hak daerah. Saya berjuang, bahkan pasang badan. Karena kalau tidak, rakyat saya bagaimana. Kami akan terus berjuang dan mencari alternatif tapi tetap sesuai aturan,” kata Afni dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama perusahaan terkait kolaborasi pemeliharaan Jalan KITB, di Kediaman Bupati Siak, Selasa (28/7/2026).
Afni menjelaskan, berdasarkan perhitungan teknis, penanganan ruas jalan sepanjang sekitar 6,4 kilometer tersebut membutuhkan material senilai sekitar Rp2,3 miliar. Karena itu, Pemkab Siak mengajak perusahaan di sekitar kawasan untuk bergotong royong melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Ini bukan berarti tanggung jawab pembangunan jalan berpindah kepada perusahaan. Pemerintah daerah tetap bekerja, menyiapkan alat berat, BBM, dan kebutuhan lainnya. Kita hanya mengajak gotong royong agar jalan ini bisa segera ditangani,” ujar dia.
Menurut Afni, ruas Jalan KITB–Sungai Rawa merupakan jalur penting bagi masyarakat menuju Teluk Lanus sekaligus berada di sekitar kawasan operasional sejumlah perusahaan. Karena itu, kolaborasi dinilai menjadi langkah bersama untuk memperkuat konektivitas wilayah.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur pendukung juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maupun dunia usaha.
“Tidak ada niat kami untuk mengganggu dan lain sebagainya semua demi konduktivitas terutama di KITB. Fokus utama kami hari ini, selain Bumi Siak Pusako adalah Kawasan Industri Tanjung Buton. Saya melihat kawasan industri kita ini insyaallah akan menjadi yang terbaik, melampaui Dumai bahkan melampaui Teluk Bayur,” kata Afni.
Untuk mempercepat penanganan jalan prioritas, Pemkab Siak membagi rencana pemeliharaan ke dalam tujuh koridor. Koridor 5 mencakup penanganan Jalan KITB–Sungai Rawa sepanjang 6,4 kilometer dengan melibatkan sembilan perusahaan di sekitar kawasan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Siak, Ardi Irfandi, menjelaskan bahwa dukungan perusahaan tidak berupa bantuan dana, melainkan penyediaan material sesuai kebutuhan teknis.
“Untuk penanganan 6,4 kilometer ini membutuhkan sekitar 5.044,8 ton material agregat base. Pembagian kontribusi perusahaan dihitung berdasarkan porsi yang telah disepakati,” jelas Ardi.
Ia menambahkan, kontribusi masing-masing perusahaan disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan penggunaan akses jalan di kawasan tersebut. Salah satu perusahaan dengan porsi terbesar adalah PT Eka Sapta Paramita Energi yang menyumbang sekitar 30,77 persen atau setara 1.552 ton material, atau sekitar 51 truk tronton dengan kapasitas 30 ton per truk.
Ardi mengatakan, kerja sama tersebut akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang mengatur spesifikasi teknis material, jumlah material, serta jadwal pelaksanaan. Sementara itu, Pemkab Siak tetap bertanggung jawab menyediakan alat berat dan kebutuhan operasional lainnya.
Perwakilan PT Eka Sapta Paramita Energi, Phili Stanlee, menyatakan kesiapan perusahaan untuk mendukung percepatan penanganan jalan tersebut.”Untuk masalah ini, kami serahkan kepada Ibu Bupati. Kami gak masalah 51 truk kami siap membantu. Kalau ada kebutuhan lain yang bisa kami bantu, kami bersedia termasuk alat berat, kami juga ada,” singkatnya.











