PALEMBANG, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program vaksinasi dan pemantauan kesehatan anak.
Hingga 6 Mei 2026, lebih dari 4.500 anak dari 41 sekolah di Kota Palembang telah menerima vaksinasi DBD dosis pertama sebagai bagian dari upaya menekan angka kasus penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Fenty Aprina, mengatakan peningkatan risiko penularan DBD perlu diantisipasi secara serius, terutama saat musim hujan yang menjadi periode berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan 3M Plus, tetapi juga melalui perlindungan kelompok rentan, khususnya anak-anak.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Desember 2025, tercatat lebih dari 2.600 kasus DBD di Provinsi Sumatera Selatan. Kota Palembang menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus tertinggi sehingga diperlukan langkah pencegahan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penguatan program pengendalian DBD, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Palembang dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya melaksanakan program vaksinasi DBD yang disertai pemantauan aktif terhadap peserta.
Pemantauan aktif tersebut bersifat sukarela dan bertujuan untuk memantau perkembangan kesehatan anak secara berkala setelah vaksinasi. Program ini juga menjadi pelengkap berbagai upaya pencegahan yang telah berjalan, seperti gerakan 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
Melalui pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan kejadian DBD pada anak dapat ditekan, sekaligus memastikan setiap kondisi yang berkaitan dengan DBD dapat terdeteksi lebih dini dan segera ditindaklanjuti.
Dr. Fenty menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian DBD membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, hingga masyarakat.”Melalui kolaborasi ini, upaya pencegahan DBD diharapkan semakin kuat sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi anak-anak dan masyarakat luas,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Program vaksinasi dan pemantauan kesehatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingginya partisipasi orang tua serta dukungan pihak sekolah menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya langkah pencegahan DBD sejak dini.
Antusiasme tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat upaya pengendalian DBD di Kota Palembang, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi muda.











