Peresmian Masjid Riyadlul Jannah Al Amer, Dirut PT KIM Wujudkan Cita-Cita Sejak Kuliah

MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA.ID — Cita-cita yang ditanamkan sejak masa kuliah akhirnya diwujudkan oleh Direktur Utama PT Konstruksi Indonesia Mandiri (KIM), H. Agus Susanto. Bukan sekadar membangun sebuah tempat ibadah, ia mendirikan Masjid Riyadlul Jannah Al Amer yang diharapkan menjadi tempat ibadah sekaligus ruang pelayanan bagi santri, masyarakat sekitar hingga para musafir.

Masjid yang berada di kawasan Pondok Pesantren Riyadlul Jannah II, Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, tersebut dibangun di atas lahan sekitar 800 meter persegi, dengan luas bangunan kurang lebih 400 meter persegi dan terdiri dari dua lantai.

Masjid tersebut diresmikan pada Kamis, (24/09/2026) sore. Prosesi peresmian dihadiri sejumlah habaib, kiai, pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, serta unsur pondok pesantren.

Bacaan Lainnya

Bagi Agus Susanto, pembangunan masjid itu memiliki makna tersendiri. Keinginan tersebut bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan telah menjadi cita-cita yang ia tanamkan sejak menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

“Sejak lulus kuliah, saya punya cita-cita jika dikasih rezeki ingin membangun masjid. Minimal saya ingin membangun 10 masjid dan 100 musala dalam hidup saya,” ungkap H. Agus Susanto.

Agus menjelaskan, pembangunan masjid tidak hanya dimaksudkan untuk menghadirkan bangunan fisik. Lebih dari itu, ia ingin masjid dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sosial-keagamaan di lingkungan sekitar.

Sebelum membangun Masjid Riyadlul Jannah Al Amer, Agus juga telah terlibat dalam pembangunan sejumlah tempat ibadah di beberapa daerah, termasuk di lingkungan Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Ngawi, dan sejumlah lokasi lainnya.

Menurut Agus, pembangunan sarana ibadah merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas rezeki yang diterimanya. Karena itu, fasilitas masjid sejak awal dirancang agar tidak hanya digunakan untuk kegiatan salat, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan jamaah yang datang dari berbagai latar belakang.

Masjid tersebut dilengkapi kamar untuk imam atau pengurus masjid, kamar marbot, serta ruang kantor takmir. Sementara itu, lantai atas juga disiapkan sebagai ruang istirahat bagi musafir yang membutuhkan tempat untuk beristirahat dalam perjalanan.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari konsep pelayanan masjid yang ingin dikembangkan Agus Susanto.

Masjid Riyadlul Jannah Al Amer juga memiliki empat kamar mandi yang dipisahkan untuk jamaah laki-laki dan perempuan, masing-masing dua kamar mandi.

Tidak berhenti pada fasilitas ibadah dan tempat beristirahat, pengelola masjid juga menyiapkan layanan sederhana bagi jamaah maupun musafir.

Setiap hari Jumat, jamaah akan mendapatkan makanan secara gratis. Sementara kopi dan teh juga disediakan cuma-cuma bagi jamaah serta musafir yang singgah.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa masjid dipersiapkan sebagai tempat yang terbuka bagi masyarakat. Para musafir yang melintas menuju wilayah Malang Selatan maupun masyarakat sekitar dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Agus berharap keberadaan masjid tersebut nantinya tidak berhenti pada seremoni peresmian.

“Harapannya masjid ini bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat sekitar dan selalu dipenuhi jamaah,” ujar Agus.

Ia berharap masjid tersebut dapat terus hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

Peresmian Masjid Riyadlul Jannah Al Amer berlangsung dengan melibatkan sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Dalam rangkaian acara tersebut, sambutan atas nama pewakaf dari PT KIM disampaikan langsung oleh H. Agus Susanto. Selanjutnya, Gus Jamal menyampaikan sambutan yang mewakili pengasuh Pondok Pesantren Riyadlul Jannah II.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Mauidhotul Hasanah yang disampaikan Habib Muhsin Al-bin Hamid dan Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo.

Kehadiran para ulama tersebut menjadi bagian penting dari momentum peresmian. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi juga dapat berkembang sebagai ruang pembinaan keagamaan dan kegiatan sosial masyarakat.

Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan, yang dilakukan oleh Camat Gondanglegi A. Muwassi Arif, M.Si., bersama Direktur Utama PT KIM H. Agus Susanto.

Prosesi tersebut disaksikan para habaib, kiai, pejabat pemerintahan setempat, tokoh masyarakat, pengurus pondok pesantren serta para undangan.

Setelah prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin sejumlah ulama dan tokoh agama.

Doa pertama dipimpin Habib Hasan BSA, kemudian dilanjutkan oleh KH. Abdul Qodir Syadzili, Habib Abdurrahman Baraqbah, KH. Muflih Zamachsyari, serta Habib Alwi bin Husin Alhaddad.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya pemanfaatan Masjid Riyadlul Jannah Al Amer bagi masyarakat luas.

Masjid yang dibangun di kawasan Pondok Pesantren Riyadlul Jannah II itu diharapkan dapat menjadi tempat ibadah bagi santri dan warga sekitar, sekaligus menjadi tempat singgah yang nyaman bagi masyarakat dan musafir.

Bagi Agus Susanto, berdirinya masjid tersebut merupakan satu langkah dalam perjalanan panjang mewujudkan cita-cita yang telah ia tanamkan sejak masa kuliah.

Target pribadinya untuk membangun 10 masjid dan 100 musala menjadi motivasi agar pembangunan sarana ibadah yang dilakukannya dapat terus berlanjut di berbagai tempat.

Kini, Masjid Riyadlul Jannah Al Amer tidak hanya diharapkan berdiri megah secara fisik. Lebih jauh, masjid tersebut diharapkan makmur oleh jamaah, hidup dengan kegiatan keagamaan, serta memberikan manfaat nyata bagi santri, masyarakat dan para musafir yang datang dan singgah di kawasan Putukrejo, Gondanglegi, Malang.

suarapancasilaid'

Pos terkait