Peringati Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Kota Malang Gelar Turnamen Domino, Tanamkan Strategi, Sportivitas dan Semangat Gotong Royong

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – Memperingati Bulan Bung Karno 2026 yang mengusung tema “Setialah Kepada Sumbermu, Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat”, DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar Turnamen Domino Sistem Gugur di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Minggu (28/6/2026).

Kompetisi tersebut diikuti sebanyak 96 peserta yang terbagi dalam tim beranggotakan dua orang. Terdiri dari 64 peserta internal PDI Perjuangan dan 32 peserta eksternal yang berasal dari berbagai klub domino serta masyarakat umum. Turnamen ini diselenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya pendaftaran, dengan memperebutkan total hadiah sebesar Rp6 juta. Seluruh peserta juga memperoleh kupon bazar gratis senilai Rp20 ribu yang dapat digunakan di stan UMKM yang turut meramaikan kegiatan.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari KONI Kota Malang dan Orado Kota Malang serta turut diramaikan bazar pelaku UMKM.

Bacaan Lainnya

Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, kemudian pembukaan oleh Ketua Panitia, Harvad Kurniawan Ramadhan, S.H. Seluruh peserta selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza, dilanjutkan lagu Bapak Marhaenisme Bung Karno, serta mengheningkan cipta yang dipimpin Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Ahmad Wanedi.

Sebelum pertandingan dimulai, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S., menyerahkan secara simbolis meja domino Orado Barata kepada jajaran PAC PDI Perjuangan se-Kota Malang. Penyerahan tersebut didampingi Ketua Orado Kota Malang, Ja’far Sodiq, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga domino di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Amithya menjelaskan bahwa turnamen domino merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang sebelumnya diawali dengan kompetisi e-sports bagi kalangan generasi muda. Menurutnya, pemilihan cabang olahraga domino bukan tanpa alasan karena permainan tersebut mengandung filosofi yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi.

“Di domino ini, saya kira mengajarkan kita bahwa kemenangan itu sebenarnya tidak ditentukan oleh kartu yang kita pegang, tapi ditentukan oleh strategi,” ujar perempuan yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kota Malang tersebut.

Ia menilai permainan domino mengajarkan pentingnya kemampuan membaca situasi, menyusun strategi, serta mengambil keputusan secara tepat. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat perjuangan yang selalu mengedepankan kecerdasan, ketekunan, dan kerja sama.

Lebih lanjut, Amithya menekankan bahwa pertandingan yang dimainkan secara berpasangan mengandung pelajaran mengenai pentingnya solidaritas tim, kemampuan memahami karakter rekan bermain, kesabaran menunggu momentum, serta sikap saling menghormati lawan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi maupun kehidupan sosial di tengah masyarakat.

“Kita berharap kompetisi ini bisa selalu menyambung silaturahmi, melahirkan sportivitas, dan menghidupkan semangat gotong royong yang menjadi ruh perjuangan Bung Karno,” katanya.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai media penguatan nilai-nilai kebangsaan. Seluruh peserta diajak mengenal dan menyanyikan Indonesia Raya tiga stanza serta lagu Bapak Marhaenisme Bung Karno sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme dan ideologi kerakyatan.

Amithya berharap semangat yang diwariskan Bung Karno dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh kader PDI Perjuangan maupun masyarakat untuk tetap memperjuangkan kepentingan rakyat serta mempererat persatuan.

Menutup sambutannya, Amithya menyampaikan pesan ringan yang disambut tawa para peserta.

“Selamat bertanding. Semoga yang menang tetap rendah hati, dan yang belum menang jangan menyalahkan kartunya, apalagi menyalahkan panitia. Karena dalam domino, seperti kehidupan, kadang yang menentukan bukan kartu terbaik, tapi bagaimana cara kita memainkannya dengan cara yang paling baik,” ungkapnya.

Melalui turnamen tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Malang berharap peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang membangun kebersamaan, memperkuat silaturahmi lintas komunitas, menumbuhkan sportivitas, serta menanamkan nilai gotong royong yang menjadi salah satu warisan utama pemikiran Bung Karno.

Pewarta : DONI KURNIAWAN
Editor : DENNY W

suarapancasilaid'

Pos terkait