JOMBANG ( JATIM).SUARAPANCASILA.ID – Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran, Masjid Al – Mubarokah menggelar pengajian bertema ” Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Pedoman dan Sumber Inspirasi Hidup Bahagia Dunia Akhirat”. Pengajian berlangsung di Masjid Al-Mubarokah, Dsn. Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.Rabu (4/3/2026)
Nuzulul Quran merupakan peristiwa agung yang menandai awal mula turunnya wahyu Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.
Nuzulul Quran sendiri memiliki arti “turunnya Al-Quran.” Peristiwa ini menjadi momen penting yang menandai kerasulan Nabi Muhammad SAW dan awal penyebaran Islam. Turunnya Al-Quran menjadi awal dari dakwah Islam yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia untuk membawa mereka kepada jalan yang benar.
Dalam tradisi Islam, Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti tadarus, pengajian, dan kajian khusus mengenai Alquran. Namun, sedikit yang menyadari bahwa penetapan tanggal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama.
Kemudian dilanjukan tausiah KH.Rohmatul Akbar Rifa’ i, S.T., akrab disapa Gusbang, beliau seorang kiai muda ganteng pengasuh Ar-Risallah Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang.Gusbang memberikan tauladan kepada jamaah agar membiasakan bershodaqoh atau bersedekah dibulan suci ramadan pahalanya berlipat ganda.
“Shodaqoh dengan niat atau terang terangan itu bisa menjadi benteng api neraka, sedangkan shodaqoh secara diam diam itu bisa mamdamkan murka Allah AWT.” Tuturnya Gusbang
Lebih lanjut, amalan utama pada malam Nuzulul Qur’an (umumnya 17 Ramadan) adalah meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an, seperti tadarus, mengkhatamkan, dan memahami maknanya.
Ibadah lain yang dianjurkan termasuk i’tikaf di masjid, shalat malam (tahajud/hajat), berdzikir, bersedekah, serta memperbanyak doa dan amalan-amalan.Seperti memperbanyak tilawah, tadarus, dan mempelajari tafsir ayat-ayat Al-Qur’an sebagai wujud penghormatan atas turunnya wahyu pertama.
I’tikaf di Masjid artinya berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah, terutama dengan membaca Al-Qur’an dan berdzikir.
Melaksanakan shalat malam atau tahajud, shalat hajat, dan shalat tasbih untuk menghidupkan malam yang penuh berkah.
Memperbanyak Doa, memohon ampunan dan hajat kepada Allah, termasuk membaca doa khusus Nuzulul Qur’an.
Bersedekah: Memberikan sedekah kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan, sebagai amal sholeh.
Malam ini dianggap istimewa dan sebagian ulama menyamakannya dengan keutamaan Lailatul Qadar karena momen diturunkannya Al-Qur’an, sehingga sangat dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah.
Usai tausiah Gusbang memberikan ijazah atau amalan untuk beribadah, usai shalat Subuh membaca Al Waqiah, ya Karim ya wadud 1000 x, untuk pedagang biar mendapat keberkahan dan keselamatan agar pada malam hari membaca Ayat kursi, bukan berdoa saja tentunya juga harus bekerja.
Selesai pengajian Gusbang mengingatkan kembali kepada orang tua wajib mendidik anak- anaknya dengan ilmu agama, karena segala perilaku baik maupun buruk orang tua, anak juga akan meniru dan menanggung dosa orang tua.Maka Ilmu lah yang bermanfaat yang bisa menolong manusia didunia sampai akhirat.Pungkas Gus Bang.
Lantunan sholawat menutup pengajian, Gusbang membagikan sedekah uang kepada jamaah yang hadir juga sarung dan mukenah untuk ibu-ibu.
Turut hadir pengajian ini ;
1. KH. Sholikun, SH ketua MWC NU Jogoroto
2. H. Miftakhul Rozikin, M. Pd.I Ketua Takmir Masjid Al Mubarokah
3. H. M. Maghfur M. Ag.
4. Ust. M. Khilmi sekretaris LTMNU MWC Jogoroto
5. Ust. Nasuhan Rois Syuriah Ranting NU Sawiji
6. Taji, S. Pd. Ketua Anak Ranting NU Beji
[ Yan ]










