Plt Bupati Dukung Percepatan Swasembada Bawang Putih Di Provinsi Bengkulu, Rejang Lebong Siapkan Lahan Awal 20 Hektare

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri SSTP MSi, mengikuti rapat percepatan swasembada bawang putih yang digelar di Markas Polda Bengkulu, Rabu (26/8/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung Kapolda Bengkulu, Inspektur Jenderal Polisi Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., sebagai tindak lanjut program percepatan swasembada bawang putih di Provinsi Bengkulu.

Dalam kegiatan tersebut, Plt Bupati Rejang Lebong didampingi Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady SIK MH, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Suradi Rifai, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Fery Najamudin SH.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, Suradi Rifai, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan penanaman perdana bawang putih yang telah dilaksanakan pada 19 Agustus 2026.

“Ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan swasembada bawang putih, yang pada 19 Agustus kemarin telah dilakukan penanaman perdana di wilayah Polda Bengkulu. Kabupaten Rejang Lebong menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus dalam program ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk Kabupaten Rejang Lebong, penanaman bawang putih direncanakan mulai dilaksanakan pada September mendatang dengan luasan awal sekitar 20 hektare.“Insya Allah bulan September nanti sudah siap dilakukan penanaman di Kabupaten Rejang Lebong seluas 20 hektare,” jelasnya.

Suradi menambahkan, program tersebut memiliki target besar di tingkat Provinsi Bengkulu. Kapolda Bengkulu menargetkan pengembangan tanaman bawang putih mencapai 2.500 hektare.

Menurutnya, Rejang Lebong memiliki potensi yang cukup luas untuk mendukung pencapaian target tersebut. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan menyesuaikan pengembangan lahan dengan kondisi dan potensi di lapangan.

“Potensi kita sangat luas untuk pengembangan bawang putih. Insya Allah nanti kita akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kita akan melihat berapa hektare yang bisa kita kejar dan selanjutnya kita usulkan untuk tahun 2027,” pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait