Puncak Peringatan IPeKB Ke-19, Plt Bupati Rejang Lebong: Penyuluh KB Ujung Tombak Pembangunan Keluarga

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia ke-19 Tahun 2026 tingkat Provinsi Bengkulu dipusatkan di Kabupaten Rejang Lebong.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Rejang Lebong tersebut dihadiri langsung Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri SSTP MSi, Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu beserta jajaran pengurus.

Turut hadir jajaran kepala OPD terkait, Ketua Baznas Rejang Lebong H. Ahmad Supani, mitra kerja, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama serta seluruh Penyuluh Keluarga Berencana.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri SSTP MSi menyampaikan ucapan selamat HUT IPeKB Indonesia ke-19. Ia berharap IPeKB semakin maju, profesional dan solid dalam menjalankan peran sebagai organisasi profesi sekaligus memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

“Atas nama pribadi, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, dan seluruh masyarakat Rejang Lebong, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun IPeKB Indonesia ke-19. Semoga IPeKB semakin maju, semakin profesional, semakin solid, dan terus menjadi organisasi profesi yang mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia,” ujar Hendri.

Menurutnya, Penyuluh Keluarga Berencana memiliki peran penting sebagai salah satu pahlawan pembangunan masa kini. Hal itu karena para penyuluh bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjalankan tugas hingga ke tingkat keluarga.

Para Penyuluh KB, kata Hendri, tidak hanya menyampaikan program pemerintah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, mendatangi rumah-rumah warga, mendampingi keluarga, memberikan edukasi, membimbing calon pengantin, mendampingi ibu hamil, membina remaja, menguatkan peran ayah hingga mendampingi para lansia.

“Inilah pekerjaan mulia yang dampaknya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi hasilnya akan menentukan wajah Indonesia puluhan tahun ke depan,” katanya.Hendri menilai, selama 19 tahun perjalanan IPeKB telah membuktikan diri sebagai wadah profesional yang terus menjaga kompetensi, integritas dan semangat pengabdian para Penyuluh KB.

Terlebih, tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks. Mulai dari persoalan stunting, perkawinan usia anak, penyalahgunaan narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, pengasuhan di era digital hingga berkurangnya waktu kebersamaan dalam keluarga.

“Semua tantangan tersebut tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dan di sinilah Penyuluh KB menjadi ujung tombak perubahan sosial,” tegasnya.

Ia berharap IPeKB dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, memperkuat kompetensi anggotanya, memanfaatkan teknologi dalam penyuluhan, membangun kolaborasi lintas sektor serta menghadirkan berbagai inovasi pelayanan bagi masyarakat.

Mengusung tema “IPeKB Untuk Keluarga Indonesia”, HUT ke-19 ini menurut Hendri menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan pondasi utama bangsa.“Ketika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat. Ketika masyarakat kuat, daerah akan maju. Dan ketika seluruh daerah maju, Indonesia akan menjadi bangsa yang besar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendri juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, ayah tidak hanya memiliki peran sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, teladan dan sumber kasih sayang bagi keluarga.

Ia mengajak masyarakat Rejang Lebong untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak dengan menghadirkan sosok ayah yang tidak hanya bekerja mencari nafkah, tetapi juga hadir mendidik, menemani, mendengar, memeluk dan menjadi teladan bagi anak-anak.

“Anak-anak tidak hanya membutuhkan rumah yang megah. Mereka membutuhkan rumah yang penuh cinta. Mereka tidak hanya membutuhkan fasilitas terbaik, tetapi juga membutuhkan kehadiran kedua orang tua yang selalu mendampingi tumbuh kembang mereka. Inilah investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Pada momentum tersebut, Plt Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Penyuluh KB yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi serta seluruh pengurus IPeKB di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota yang terus menjaga marwah organisasi profesi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi bersama IPeKB dalam meningkatkan kualitas pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, pembinaan remaja, pemberdayaan keluarga serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Hendri, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan gedung, tetapi juga dari kualitas kehidupan masyarakat.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun, bukan hanya dari gedung yang berdiri. Tetapi juga dari senyum anak-anak yang sehat, dari keluarga yang harmonis, dari remaja yang berprestasi dan dari para lansia yang tetap bahagia. Itulah ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Hendri mengajak seluruh pihak menjadikan HUT IPeKB Indonesia ke-19 sebagai momentum memperkuat sinergi, pengabdian dan komitmen bersama dalam membangun keluarga Indonesia yang berkualitas.

“Dirgahayu IPeKB Indonesia ke-19. Teruslah mengabdi, teruslah menginspirasi, teruslah membersamai keluarga Indonesia. IPeKB untuk Keluarga Indonesia,” pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait