Reses Kedua Sri Mulyana Disambut Ratusan Konstituen, Aspirasi Ekonomi hingga Harapan Dua Periode Mengemuka

KOTA MALANG–SUARAPANCASILA,ID-Anggota Komisi B DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Golkar, Sri Mulyana, kembali menggelar kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Pelaksanaan reses kedua tersebut berlangsung lancar dan dihadiri ratusan konstituen yang antusias memanfaatkan kesempatan bertatap muka langsung dengan wakil rakyat.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Sri Mulyana untuk mendengarkan berbagai persoalan masyarakat, khususnya menyangkut peningkatan ekonomi keluarga, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), akses permodalan, pelatihan keterampilan kerja, hingga kebutuhan pembangunan fasilitas publik.

Dalam sambutannya, Sri Mulyana menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal kedewanan, melainkan bagian dari tanggung jawab politik dan konstitusional untuk memastikan suara masyarakat tersampaikan serta diperjuangkan melalui lembaga legislatif.

Bacaan Lainnya

“Saya bersama tim siap mendampingi masyarakat di 12 kelurahan. Silakan sampaikan apa yang menjadi kebutuhan, keluhan, maupun kendala yang dihadapi. Kami ingin mengetahui secara langsung persoalan masyarakat agar bisa dipelajari dan diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar Sri Mulyana, Selasa,(03/10/2026).

Menurutnya, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus dibangun. Sebab, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tidak selalu dapat diketahui hanya melalui laporan administratif, tetapi membutuhkan komunikasi dan interaksi secara langsung.“Jangan sungkan menyampaikan aspirasi. Apa pun yang menjadi kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan, ekonomi, dan pelayanan publik, akan kami tampung. Prinsipnya, bagaimana kehadiran kami sebagai wakil rakyat benar-benar bisa memberikan manfaat,” tuturnya.

Sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Malang yang membidangi sektor perekonomian, Sri Mulyana memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan UMKM. Ia menilai pelaku usaha kecil harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar.

“UMKM sekarang tidak cukup hanya mengandalkan penjualan secara konvensional. Pelaku usaha harus mulai belajar memanfaatkan teknologi digital, media sosial, dan pemasaran online. Dengan begitu, produk yang dihasilkan masyarakat bisa dikenal lebih luas dan memiliki peluang pasar yang lebih besar,” jelasnya.

Ia juga mendorong pelaku UMKM agar tidak pasif ketika menghadapi persoalan usaha. Menurutnya, pemerintah dan DPRD memiliki ruang fasilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi, pendampingan, maupun informasi mengenai program pengembangan usaha.

“Kami ingin UMKM di Kota Malang terus tumbuh. Kalau ada kendala pemasaran, peralatan, pengembangan produk, maupun akses pasar, silakan dikomunikasikan. Jangan sampai masyarakat yang sebenarnya memiliki potensi usaha justru berhenti berkembang karena tidak mengetahui akses bantuan dan pendampingan yang tersedia,” ungkapnya.

Sri Mulyana juga menyoroti pentingnya peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan dan ibu rumah tangga, agar memiliki peluang menciptakan sumber penghasilan secara mandiri.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah menyediakan fasilitas pelatihan keterampilan kerja, mulai dari menjahit, tata boga, hingga pembuatan kue, termasuk peralatan dan bahan praktik sesuai program yang tersedia.

“Panjenengan latihan jahit, mesin jahite diparingno. Pelatihan bikin kue, alate diparingno sak bahane,” ujar Sri Mulyana.

Ia menjelaskan, kesempatan mengikuti pelatihan tersebut perlu dimanfaatkan masyarakat karena keterampilan dapat menjadi modal untuk membangun usaha mandiri maupun meningkatkan pendapatan keluarga.

“Harapan saya, masyarakat jangan hanya melihat pelatihan sebagai kegiatan untuk mendapatkan keterampilan. Lebih dari itu, keterampilan yang diperoleh harus bisa dikembangkan menjadi kegiatan produktif, sehingga ibu-ibu juga mempunyai kesempatan membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” tambahnya.

Persoalan permodalan juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam reses tersebut. Sri Mulyana memahami bahwa keterbatasan modal sering menjadi kendala bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat memanfaatkan lembaga pembiayaan resmi, termasuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR) milik daerah, dengan terlebih dahulu memahami persyaratan dan skema pembiayaan yang berlaku.

“Kalau memang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha, masyarakat harus mencari informasi melalui lembaga keuangan resmi. Jangan sampai karena ingin mendapatkan modal dengan cepat, justru terjebak pinjaman yang bunganya memberatkan dan akhirnya menyulitkan keluarga sendiri,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan UMKM harus dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang baik agar usaha dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Adi Putra, rekan sejawat Sri Mulyana di Partai Golkar. Ia menjelaskan bahwa Komisi B DPRD Kota Malang memiliki ruang lingkup kerja yang berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi masyarakat, mulai dari perdagangan, pasar, UMKM, pariwisata, hingga perpajakan daerah.

Adi Putra mengapresiasi perjuangan Sri Mulyana dalam mengawal kebijakan perpajakan agar tidak menimbulkan beban berlebihan bagi pedagang maupun konsumen.“Satu, agar tidak membebani pedagang atau penjualnya. Yang kedua, agar tidak membebani kita sebagai konsumen. Sebab kalau pajaknya naik, otomatis harga barang ikut naik. Beliau mengusulkan pengecualian-pengecualian sehingga dampaknya bisa lebih ditekan,” jelas Adi Putra.

Ia juga mendorong warga untuk menyampaikan kebutuhan pengembangan UMKM, fasilitas usaha, potensi wisata lokal, hingga persoalan fasilitas umum. Menurutnya, koordinasi lintas komisi melalui Fraksi Golkar dapat menjadi salah satu jalan untuk membantu penyelesaian persoalan masyarakat.

Sementara itu, Kholilurohman, suami Sri Mulyana, dalam sambutannya menekankan pentingnya silaturahmi dan keterbukaan komunikasi antara masyarakat dengan wakil rakyat.

Ia mempersilakan warga menyampaikan berbagai keluhan maupun masukan, baik secara langsung maupun tertulis. Seluruh aspirasi tersebut diharapkan dapat dipelajari dan diperjuangkan menjadi pokok-pokok pikiran anggota DPRD.

Kholilurohman juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, para pendukung, serta warga sekitar yang telah membantu kelancaran kegiatan reses.

Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama kurang lebih dua tahun empat bulan menjalankan amanah sebagai anggota legislatif masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Berbeda dari kegiatan penyerapan aspirasi yang berlangsung secara formal, reses kali ini juga dikemas dengan suasana lebih akrab dan interaktif. Sri Mulyana memberikan kuis berhadiah kepada masyarakat yang hadir.

Kegiatan tersebut disambut antusias ratusan konstituen. Suasana semakin meriah ketika warga berpartisipasi menjawab pertanyaan untuk mendapatkan hadiah yang disediakan.

Sri Mulyana menyampaikan bahwa suasana kekeluargaan seperti ini penting untuk membangun kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat.“Yang terpenting bagi saya, kita bisa bertemu, bersilaturahmi, berdiskusi, dan saling mendengarkan. Reses ini bukan hanya tentang menyampaikan program, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.

Kelancaran kegiatan serta keterbukaan Sri Mulyana dalam menerima aspirasi mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang hadir.

Menariknya, mayoritas konstituen yang hadir juga menyampaikan harapan agar Sri Mulyana kembali melanjutkan pengabdian sebagai anggota DPRD Kota Malang untuk periode kedua pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.

Aspirasi tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi masyarakat terhadap kiprah dan kedekatan Sri Mulyana dengan konstituennya.

Menanggapi berbagai harapan tersebut, Sri Mulyana menekankan bahwa amanah masyarakat merupakan tanggung jawab yang harus dijaga melalui kerja dan pengabdian.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Karena itu, saya berharap komunikasi dan silaturahmi ini jangan sampai berhenti setelah kegiatan reses selesai. Saya ingin tetap dekat dengan masyarakat, mendengarkan kebutuhan panjenengan semua, dan berusaha memperjuangkannya sesuai tugas serta kewenangan kami di DPRD,” pungkasnya.

Melalui reses kedua ini, Sri Mulyana berharap berbagai aspirasi masyarakat Kedungkandang dapat menjadi bahan perjuangan dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan, penguatan UMKM, peningkatan keterampilan, serta pemerataan pembangunan di Kota Malang.

suarapancasilaid'

Pos terkait