SIAK, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Siak mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Riau ke-44 Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Kuantan Singingi pada 26 Juni hingga 3 Juli mendatang.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dirangkai dengan pembahasan pawai takbir Idul adha dan pelaksanaan salat Idul adha, di Ruang Rapat Sri Indrapura Kantor Bupati Siak, Senin (18/5/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak H. Fuady Ahmad, Ketua LPTQ Kabupaten Siak ustadz Adam Malik, Kabag Ops Polres Siak Kompol Ermanto, serta OPD terkait.
Dalam rapat tersebut disampaikan, Kabupaten Siak akan memberangkatkan sebanyak 70 orang kafilah dan 13 orang pelatih pada MTQ Provinsi Riau tahun ini. Seluruh peserta saat ini tengah menjalani tahap pembinaan intensif melalui training center (TC) yang telah dilaksanakan sebanyak empat kali.
MTQ Riau 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai religius di tengah kehidupan sosial.
Sekda Siak Mahadar menegaskan seluruh persiapan harus dilakukan secara detail dan matang, terutama menyangkut kenyamanan kafilah selama mengikuti perlombaan.
“Saya minta seluruh persiapan dilaksanakan secara detail dan matang, terutama fasilitas untuk kafilah seperti pemondokan, konsumsi,agar tidak mengganggu fokus mereka saat mengikuti perlombaan,” tegas Mahadar.
Untuk akomodasi, Pemkab Siak telah menyiapkan tujuh rumah pemondokan yang lokasinya tidak jauh dari arena utama MTQ.
Mahadar juga meminta agar Kabupaten Siak benar-benar menampilkan identitas budaya Melayu dalam pelaksanaan MTQ, termasuk pada pawai ta’aruf dan bazar daerah.“Kita ingin Siak tampil dengan penampilan budaya Melayu yang menjadi ciri khas daerah,” ujarnya.
Selain pawai kendaraan hias di jalan, pelaksanaan pawai ta’aruf tahun ini juga akan diramaikan dengan pawai perahu hias pada siang hari, menyesuaikan karakter daerah tuan rumah.
Sementara itu, stand bazar Kabupaten Siak nantinya akan menampilkan produk-produk UMKM unggulan dengan mengedepankan kekhasan lokal dan budaya Melayu.
Ketua LPTQ Kabupaten Siak, Adam Malik, mengatakan keberhasilan kafilah tidak hanya ditentukan kemampuan peserta, tetapi juga faktor pendukung seperti kenyamanan pemondokan, konsumsi, dan fokus pelatih selama mendampingi peserta.
“Ada beberapa hal yang menentukan keberhasilan, seperti kenyamanan pemondokan, konsumsi, dan fokus pelatih. Harapan kita prestasi Kabupaten Siak dapat meningkat tahun ini,” ujarnya.Ia juga menyampaikan bahwa penerimaan kafilah di lokasi MTQ dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, namun juga momentum membangun kecintaan dan keimanan masyarakat terhadap Al-Qur’an.Selain membahas MTQ, rapat juga mempersiapkan agenda pawai takbir dan pelaksanaan salat Idul adha di Kabupaten Siak.
Untuk memeriahkan pawai takbir, pemerintah daerah berencana melibatkan pelajar tingkat SD dan SMP agar semangat syiar Islam semakin terasa di tengah masyarakat.Pemerintah Kabupaten Siak berharap seluruh rangkaian persiapan dapat berjalan lancar sehingga kafilah Siak mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik bagi daerah.










