HONGKONG.SUARAPANCASILA.ID – Suasana kekeluargaan yang hangat terasa di area terbuka yang asri dengan latar belakang pegunungan, Kam Sheung Road, Yuenlong Shuen, Hongkong.(21/4/2026)
Ranting PSHT N.T Yuenlong Hongkong menggelar kegiatan Halal Bihalal yang diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), serta sejumlah organisasi pencak silat lain seperti Pagar Nusa, IKSPI, dan Tunas Muda Winongo Madiun.
Kegiatan yang berlangsung Pada Minggu,19 April 2026 lalu, di lokasi yang juga menjadi base camp ranting PSHT N.T Yuenlong ini sengaja digelar di ruang terbuka bernuansa pedesaan, yang oleh warga setempat dikenal sebagai Tegal Tundo Farm. Suasana santai namun khidmat dengan latar pegunungan menambah makna kebersamaan di momen pasca Idul Fitri.
Tumpeng sebagai Simbol Syukur dan Kebersamaan
Puncak acara diawali dengan sambutan dari Ketua Cabang Khusus PSHT Hongkong dan Ketua Ranting Yuenlong. Setelah itu, prosesi pemotongan nasi tumpeng menjadi momen paling simbolis. Ketua Ranting PSHT N.T Yuenlong, Yatemo, secara langsung memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Mas Kamdi, selaku Ketua PSHT Cabang Khusus Hongkong.
Penyerahan tumpeng ini melambangkan rasa syukur atas kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi di antara para perantau Indonesia di Hongkong.
“Tumpeng ini bukan sekadar hidangan. Ini adalah simbol bahwa kebersamaan kita harus terus dipelihara, puncaknya adalah saling memaafkan. Saya serahkan ini kepada pimpinan cabang sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kita semua,” ujar Yatemo dalam sambutannya.
Sementara itu, Mas Kamdi selaku Ketua Cabang Khusus PSHT Hongkong menyampaikan rasa harunya atas antusiasme seluruh anggota.
“Di tanah rantau, rasa kekeluargaan justru terasa lebih kuat. Halal bihalal ini menjadi penguat solidaritas sesama PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Hongkong. Saling memaafkan adalah inti dari acara ini,” ungkap Mas Kamdi dengan mata berbinar.
Tausiah hingga Atraksi Bersama: Wujud Kerukunan Antar Perguruan
Acara tidak hanya berisi sambutan dan pemotongan tumpeng. Panitia juga menghadirkan tausiah yang disampaikan oleh perwakilan dari PCINU Hongkong, memberikan nuansa religius yang mendalam di hari yang penuh berkah.
Kehangatan semakin terasa ketika pentas seni dimulai. Adik-adik siswa polos (anggota muda) dari Ranting PSHT N.T Yuenlong tampil memukau, diikuti oleh atraksi dari jajaran pelatih ranting yang turut memeriahkan panggung.
Namun, yang paling menyita perhatian adalah penampilan gerak pembukaan dari masing-masing organisasi pencak silat lainnya. Dalam satu panggung yang sama, perwakilan Pagar Nusa, IKSPI, Tunas Muda Winongo Madiun, dan PSHT secara bersama-sama memperagakan gerak dasar pembukaan aliran masing-masing. Hal ini menjadi simbol nyata kerukunan antar perguruan pencak silat di tanah rantau Hongkong.
Pendapat dan Fakta dari Lokasi
Seorang anggota Pagar Nusa, mengungkapkan kesannya:
“Luar biasa. Di perantauan, ego organisasi bisa kita kesampingkan. Kita sadar bahwa kita sama-sama WNI dan sama-sama berbudaya luhur. Acara seperti ini harus terus dilestarikan.”
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan Halal Bihalal PSHT Hongkong tahun 2026 tidak hanya berhasil mempertemukan berbagai organisasi pencak silat, tetapi juga menjadi ruang bagi pekerja migran Indonesia untuk melepas rindu akan suasana Idul Fitri di kampung halaman. Lokasi Tegal Tundo Farm yang asri dipilih secara strategis agar menciptakan suasana seperti “mudik ke pedesaan” di tengah hiruk-pikuk kota Hongkong.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama, mengukuhkan bahwa semangat persaudaraan lintas perguruan dan lintas organisasi di Hongkong tetap terjaga dengan baik.
Halal Bihalal PSHT di Hongkong menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila dan budaya gotong royong tetap hidup di mana pun anak bangsa berada. Dengan semangat saling memaafkan dan memperkuat kekeluargaan, para perantau di Hongkong menunjukkan bahwa pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga jalan untuk menjaga persatuan. “Salam Setia Hati – Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.
[JTI ]










