Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Bantu Perlengkapan Sekolah Anak Keluarga Kurang Mampu.

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID- Kepedulian terhadap dunia pendidikan dan masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Djoko Prihatin. Legislator tersebut bersilaturahmi sekaligus mengunjungi kediaman pasangan Mat Shaleh dan Patliyeh di Jalan Selorejo Blok D/41, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (6/7/2026).

Kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga dengan kategori Desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Dalam kesempatan tersebut, Djoko Prihatin menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, buku tulis, dan perlengkapan alat tulis kepada putri pasangan tersebut, Siti Noer Holila, yang baru diterima di salah satu SMK Negeri di Kota Malang melalui jalur afirmasi.

Bantuan diberikan untuk mendukung kebutuhan sekolah Siti agar dapat menjalani pendidikan tanpa terbebani persoalan perlengkapan belajar.

Bacaan Lainnya

Djoko Prihatin mengatakan, pendidikan merupakan hak seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga. Karena itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh kesempatan belajar yang layak.

“Kami datang bukan sekadar menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan meraih cita-cita melalui pendidikan. Negara harus hadir, dan kami sebagai wakil rakyat memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal itu,” ujar Djoko Prihatin.

Menurutnya, keberhasilan Siti diterima di SMK Negeri melalui jalur afirmasi merupakan bukti bahwa kesempatan pendidikan masih terbuka bagi keluarga prasejahtera apabila didukung bersama.

Djoko menambahkan, kepeduliannya tidak berhenti pada pemberian bantuan kali ini. Ia berkomitmen terus memantau kondisi keluarga Mat Shaleh agar berbagai persoalan yang dihadapi dapat dicarikan solusi secara bertahap.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan keluarga ini. Jika ada kebutuhan lain yang memang menjadi kewenangan pemerintah maupun yang dapat kami fasilitasi, tentu akan kami perjuangkan. Pendampingan seperti ini harus berkelanjutan, bukan hanya bersifat seremonial,” tegasnya.

Sementara itu, Mat Shaleh mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya. Sehari-hari ia bekerja sebagai penarik becak pancal di kawasan Jalan Seruni, sedangkan istrinya, Patliyeh, menjadi buruh di usaha keripik tempe di kawasan Sanan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Dengan penghasilan yang tidak menentu, kebutuhan pendidikan anak menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, bantuan yang diterima sangat berarti bagi keluarganya.

“Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pak Djoko Prihatin yang sudah datang langsung ke rumah kami. Bantuan ini sangat membantu karena kondisi ekonomi kami memang pas-pasan. Semoga perhatian seperti ini menjadi berkah dan membawa manfaat bagi anak kami agar bisa belajar dengan semangat dan meraih cita-citanya,” ungkap Mat Shaleh.

Ia berharap putrinya dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus dan memperoleh pekerjaan yang lebih baik sehingga mampu mengangkat taraf hidup keluarga.

Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus penguatan komitmen bahwa akses pendidikan harus tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu. Selain memberikan bantuan perlengkapan sekolah, Djoko Prihatin juga memastikan akan terus melakukan pendampingan agar keluarga Mat Shaleh memperoleh solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi.

suarapancasilaid'

Pos terkait