Wali Kota, Pimpinan DPRD dan Gus Toha Satu Meja Main Domino, ORADO Kota Malang Didorong Naik Kelas Jadi Olahraga Prestasi

KOTA MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,ID- Suasana Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (2/9/2026), tampak berbeda. Empat tokoh yang hadir dalam pembukaan Gathering & Mini Turnamen ORADO Kota Malang #2 tidak sekadar memberikan sambutan, tetapi turut duduk bersama dan memainkan olahraga domino.

Keempat tokoh tersebut yakni Wali Kota Malang Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M., Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S., Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah, S.IP., serta KH. A. Achmad Toha Mahfudz atau Gus Toha, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in.

Mereka mengawali kegiatan dengan bermain domino bersama sebagai simbol dukungan terhadap perkembangan Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) di Kota Malang.

Bacaan Lainnya

Momen tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Permainan domino yang biasanya identik dengan aktivitas rekreatif terlihat dikemas dalam nuansa olahraga, silaturahmi, sekaligus edukasi mengenai aturan permainan.

Kegiatan juga dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Malang, R. Dandung Julhardjanto, Sekretaris Komisi A Harvard Kurniawan Ramadhan, S.H., Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Sri Mulyana, Ketua Pengcab Orado Kota Malang, Ja’Far Sodiq beserta jajarannya, Perwakilan pengurus KONI Kota Malang, Sejumlah Club Orado dan masyarakat.

Gathering & Mini Turnamen ORADO Kota Malang #2 mengusung tema “Ajang Silaturahmi, Edukasi Aturan, & Pembekalan”. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pengurus, atlet, calon atlet, wasit, calon wasit, klub, hingga masyarakat yang ingin mengenal olahraga domino secara lebih serius.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari registrasi dan pendataan resmi klub atau anggota, sosialisasi aturan The Law of Domino 101, pembekalan serta simulasi wasit secara teori dan praktik, hingga informasi pelatihan dan sertifikasi wasit ORADO Jawa Timur.

Selain itu, peserta memperoleh informasi mengenai kalender turnamen resmi ORADO untuk periode September-November 2026. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Mini Turnamen ORADO Kota Malang #2.

Untuk mini turnamen, panitia menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000 per tim dengan kuota terbatas bagi 16 tim pertama.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan ORADO di Kota Malang. Menurutnya, keberadaan ORADO yang telah tercatat dan diakui di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menjadi perkembangan penting bagi olahraga domino.

“Ini menjadi salah satu kebanggaan bagi kami karena ORADO telah tercatat dan diakui oleh KONI sebagai olahraga prestasi,” ujar Wahyu dalam sambutannya.

Wahyu menilai, pengakuan tersebut membuat domino tidak lagi hanya dipandang sebagai sarana hiburan. Menurut dia, olahraga domino dapat menjadi wadah untuk mengasah strategi, ketangkasan, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kota Malang.

“ORADO ini bukan hanya adu strategi, tapi adu prestasi. Dulu orang melihat domino mungkin sebelah mata, tetapi sekarang sudah masuk jajaran olahraga prestasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya persiapan dan sinergi antara ORADO, Pemerintah Kota Malang, Dinas Pendidikan, serta KONI dalam membangun pembinaan atlet.

Wahyu berharap pembinaan tersebut dapat dilakukan sejak dini sehingga muncul generasi muda yang memiliki kemampuan dan mental bertanding untuk membawa nama Kota Malang dalam kompetisi olahraga domino di tingkat yang lebih tinggi.

“Ke depan, kita harapkan atlet Kota Malang bisa berlaga hingga tingkat Porprov di Surabaya,” imbuhnya.

Kehadiran Wahyu Hidayat, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Rimzah, dan Gus Toha dalam satu meja permainan domino menjadi salah satu momen menarik dalam kegiatan tersebut.Keempatnya tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi ikut merasakan langsung atmosfer permainan ORADO. Permainan bersama itu menjadi simbol bahwa olahraga domino dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi lintas kalangan.

Dari meja permainan tersebut, suasana kegiatan pun terasa lebih cair. Para peserta dapat menyaksikan langsung bahwa olahraga domino dapat dimainkan dalam suasana sportif, santai, sekaligus tetap mengedepankan aturan.

Bagi ORADO Kota Malang, dukungan dari pemerintah daerah dan unsur pimpinan DPRD menjadi modal penting dalam memperkuat pembinaan organisasi serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai domino sebagai olahraga prestasi.

Melalui gathering tersebut, ORADO Kota Malang juga mendorong agar atlet dan calon atlet memahami aturan permainan secara benar. Sementara calon wasit diberikan pembekalan agar memiliki pemahaman yang lebih baik sebelum mengikuti proses pelatihan dan sertifikasi.

Di akhir sambutannya, Wahyu memberikan motivasi kepada pengurus, atlet, calon atlet, wasit, serta seluruh anggota ORADO agar terus konsisten mengembangkan olahraga domino di Kota Malang.

“Tetap semangat, tetap sehat, ORADO Jaya!” ujar Wahyu yang kemudian disambut tepuk tangan peserta.

Kegiatan Gathering & Mini Turnamen ORADO Kota Malang #2 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pertandingan, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan, edukasi aturan, peningkatan kapasitas wasit dan atlet, serta memperkuat ekosistem olahraga domino di Kota Malang.

suarapancasilaid'

Pos terkait