SIAK, SUARA PANCASILA.ID –Rona bahagia terpancar jelas dari wajah para petani mustahik saat menyaksikan bulir-bulir padi siap panen dipotong rapi oleh mesin modern Combine Harvester di Kampung Bungaraya, Kabupaten Siak.
Panen padi itu, menjadi bukti nyata bagaimana zakat produktif yang dikelola Baznas Siak secara humanis mampu mengubah ekonomi masyarakat kecil, mengantarkan mereka dari penerima bantuan menjadi pejuang pangan yang mandiri.
Lewat program Siak sejahtera Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Siak kerjasama Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 89/Gimpam Gasib. Di atas 9 hektar hamparan sawah padi menguning siap untuk di panen.
Bupati Siak Afni Zulkifli yang melakukan panen perdana, turut mengapresiasi Baznas Siak, ia menyebut program ini mungkin hanya satu-satunya ada di Indonesia.”Saya rasa ini merupakan sebuah program terbaik dan mungkin hanya satu-satunya di Indonesia, kenapa, sebab program ini melalui skema dengan cara memberikan kail dan umpan untuk memancing ikan dan mendapatkan hasilnya langsung,” kata Afni, Kamis (16/7/2026).
Afni tampak senang berbaur bersama masyarakat melaksanakan panen raya dan menyaksikan senyum bahagia warganya, dengan kerja keras apa yang di tanam kini akan di petik hasilnya.
“Kami sangat mendukung program kerja BazNas Kabupaten Siak, tidak nya menyampaikan zakat pola konsumtif saja yang habis seketika. Melainkan memberikan instrumen berusaha berkelanjutan bagi mustahik harapannya terbibas dari belenggu ke miskinan,” kata Afni lagi.
Melalui Program zending ekonomi umat ini memiliki keunikan yang jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia. BAZNAS Siak mengamankan lahan seluas 9 hektar dengan sistem sewa jangka panjang selama 5 tahun (10 musim tanam) total investasi Rp720 juta.
Lahan ini kemudian diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat miskin untuk dikelola secara mandiri tanpa dibebani risiko modal yang besar.Dengan skema sistem bergulir, setiap musim tanam akan melibatkan mustahik yang berbeda. Pada musim ini, 9 mustahik bertindak sebagai pengelola penuh di mana masing-masing menggarap 1 hektar lahan.
Targetnya, dalam 5 tahun ke depan, ada 90 kepala keluarga miskin yang akan merasakan langsung manisnya hasil panen dan keluar dari jerat kemiskinan. Gotong royong ini semakin kuat dengan hadirnya TNI AD melalui Brigif TP 89/Gimpam Gasib.
Kasilog Brigif TP 89/GG, Mayor Inf Uda Kala’ Lembang, membacakan amanat tertulis Danbrigif TP 89/GG, Kolonel Inf Topan Angker, S.Sos, M.I.P. mengatakan, berdasarkan komitmen Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) bersama Kementerian Pertanian, prajurit berseragam hijau ini turun ke sawah, berkolaborasi mengoperasikan alat pertanian modern, mendampingi petani, serta memastikan sistem irigasi berjalan optimal agar petani bisa panen dua kali setahun.
“Sekarang alat-alat pertanian dikelola bersama TNI dan masyarakat. Bapak Tentara berkolaborasi dengan petani-petani kita. Kami siap bersama-sama memanfaatkan lahan yang ada demi kemakmuran masyarakat, dengan tetap taat pada aturan dan hukum yang berlaku,”
Keberhasilan panen raya ini adalah buah dari sinergi menyentuh hati antara regulasi Pemerintah Kabupaten Siak, ketulusan para pembayar zakat melalui BAZNAS, dan semangat juang para mustahik.
Ke depan, model pemberdayaan zakat produktif berbasis pertanian komunal dengan risiko minim ini akan terus didukung dan direplikasi di berbagai kecamatan lain di Kabupaten Siak guna mewujudkan swasembada pangan yang berbasis pada kesejahteraan wong cilik.











