MURATARA, SUARA PANCASILA.ID – Upaya menanamkan budaya membaca sejak usia dini terus dilakukan di Kabupaten Musi Rawas Utara. Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Lokus Musi Rawas Utara, Tampu Bolon Suvardi, bersama Bunda Literasi sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Musi Rawas Utara, Hj. Nafisah Wahyudi, kembali menggelar kegiatan literasi bertajuk “Membaca Awal Petualangan, Mendongeng Jembatan Imajinasi Anak”, Kamis (16/7/2026).
Membaca Awal Petualangan, Mendongeng Jembatan Imajinasi Anak: Bunda Literasi Muratara Bersama RELIMA Muratara Tanamkan Budaya Baca Sejak Dini
Kegiatan tersebut mengajak anak-anak mencintai buku melalui sesi mendongeng bertema “Ayo Membaca, Ayo Berpetualang” yang dipadukan dengan cerita rakyat lokal “Tenggelamnya Danau Rayo dan Kebaikan Bujang Kurap”. Melalui metode bercerita yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak menjelajahi dunia imajinasi sekaligus menyerap berbagai nilai kehidupan.
Kegiatan literasi dilaksanakan di dua satuan pendidikan anak usia dini, yakni TK Fallah Abrar di Kelurahan Muara Rupit dan TK Izzatul Islam di Desa Karang Anyar. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Anak-anak mengikuti setiap alur cerita dengan penuh semangat, berinteraksi aktif, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap buku dan kisah-kisah yang disampaikan.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai pesan moral ditanamkan kepada anak-anak, mulai dari nilai kebaikan, kepedulian, kejujuran, saling menghargai, hingga pentingnya membiasakan membaca sejak dini. Pendekatan mendongeng dipilih karena mampu menjadi jembatan yang efektif untuk mengembangkan imajinasi, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan kecintaan anak terhadap dunia literasi.
Bunda Literasi sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Musi Rawas Utara, Hj. Nafisah Wahyudi, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Literasi sangat penting karena dapat memperluas wawasan dan membantu kita memahami berbagai topik secara lebih mendalam. Literasi juga melatih kemampuan berpikir kritis sehingga mampu memilah informasi, membedakan fakta dan opini, serta tidak mudah terpengaruh hoaks. Selain itu, pemahaman terhadap data dan informasi yang baik akan membantu seseorang mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hj. Nafisah Wahyudi.
Ia berharap kebiasaan membaca dapat terus ditanamkan sejak usia dini melalui sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, budaya literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga merupakan gerakan bersama untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
RELIMA Perpustakaan Nasional RI Lokus Musi Rawas Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda Literasi, Bunda PAUD, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan Kabupaten Musi Rawas Utara, para guru, serta orang tua yang terus memberikan dukungan terhadap penguatan budaya literasi di daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya masyarakat yang gemar membaca dan memiliki daya saing.
Melalui kegiatan “Membaca Awal Petualangan, Mendongeng Jembatan Imajinasi Anak”, diharapkan semakin banyak anak-anak Muratara yang tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, cerdas, kreatif, berdaya saing, serta berbudaya, sejalan dengan visi Muratara Iluk 2025–2030.











