BMBF 2026 Meriah, Ribuan Warga Berebut Gunungan Bawang Merah di Alun-alun Brebes

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Bawang Merah Brebes Festival (BMBF) 2026 berlangsung meriah. Ribuan warga memadati kawasan Alun-alun Brebes, Jawa Tengah, Sabtu, 12 September 2026, untuk menyaksikan rangkaian festival yang mengangkat bawang merah sebagai ikon utama daerah.

Salah satu atraksi yang paling menyita perhatian adalah Karnaval Kirab Gunungan Bawang Merah. Gunungan berisi bawang merah dan hasil bumi lainnya diarak dari Gedung Nasional menuju Panggung Kehormatan di kawasan alun-alun.

Warga memenuhi sepanjang jalur kirab. Mereka berdesakan di tepi jalan untuk melihat gunungan yang menjadi bagian dari perayaan BMBF 2026.

Bacaan Lainnya

Keramaian memuncak ketika gunungan tiba di alun-alun. Warga langsung berebut mengambil bawang merah dan hasil bumi yang tersusun di gunungan.

Rebutan gunungan menjadi salah satu tradisi yang membuat BMBF 2026 tidak sekadar menjadi agenda pameran atau pertunjukan. Festival ini menghadirkan bawang merah dalam berbagai wajah: sebagai hasil pertanian, simbol daerah, sekaligus bagian dari tradisi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan gunungan bawang merah menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi sekaligus bentuk penghormatan kepada petani.

“Bawang merah tidak sekadar komoditas pertanian, tetapi berkaitan dengan kehidupan petani dan keluarga yang menggantungkan penghasilan dari hasil panen,” kata Paramitha.

BMBF 2026 juga menjadi panggung untuk memperkenalkan potensi bawang merah Brebes ke pasar yang lebih luas. Salah satu agenda dalam festival adalah pelepasan ekspor bawang merah.

Menurut Paramitha, festival menjadi momentum untuk memperkuat promosi bawang merah Brebes sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui peningkatan produksi dan kualitas, pemanfaatan teknologi, serta penguatan akses pasar.

Rangkaian BMBF 2026 juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pelaku ekonomi. Petani, organisasi petani, pelaku UMKM, dunia usaha, perbankan, serta jajaran pemerintah daerah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Pembukaan festival dihadiri Menteri Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan. Hadir pula Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Wakil Bupati Wurja, Sekretaris Daerah Tahroni, jajaran kepala OPD, serta sejumlah tamu undangan.

Anggota DPR RI Wahyudin Noor Aly dan Shinta Sandra Kusuma turut hadir dalam pembukaan BMBF 2026.

Melalui BMBF 2026, bawang merah menjadi pusat perayaan di Brebes. Festival tidak hanya menghadirkan hiburan dan tradisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas pertanian daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Di tengah riuh warga yang berebut gunungan, BMBF 2026 menunjukkan satu hal: bawang merah bukan sekadar komoditas yang tumbuh di lahan pertanian Brebes. Komoditas itu telah menjadi bagian dari wajah festival dan identitas daerah.

suarapancasilaid'

Pos terkait