3.150 Keluarga di Brebes Disiapkan Graduasi PKH, Dapat Modal Usaha Rp 5 Juta

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Sebanyak 3.150 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Brebes disiapkan untuk mengikuti graduasi mandiri pada Oktober 2026.

Graduasi menandai berakhirnya kepesertaan PKH bagi keluarga yang dinilai sudah mampu secara sosial dan ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.

Jumlah KPM yang disiapkan graduasi tahun ini meningkat sekitar 30 persen dibandingkan 2025. Pada tahun lalu, sebanyak 2.420 keluarga di Brebes dinyatakan graduasi mandiri dari program PKH.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim PKH Kabupaten Brebes Hendrik Maulana mengatakan, graduasi mandiri dilakukan setelah kondisi sosial ekonomi keluarga dinilai sudah membaik. Prosesnya dilakukan secara sukarela oleh penerima maupun berdasarkan hasil verifikasi.

“Graduasi adalah kelulusan KPM dari ketergantungan menuju kemandirian,” kata Hendrik.

Menurut dia, pendamping PKH memegang prinsip bahwa bantuan sosial bersifat sementara, sementara kemandirian harus berlangsung selamanya.

“Bansos sementara, berdaya selamanya. Semakin banyak KPM yang graduasi mandiri, berarti pendamping dan program berhasil,” ujarnya.

Dari 3.150 keluarga yang disiapkan graduasi, sebanyak 579 keluarga dijadwalkan menerima Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial.

Masing-masing keluarga akan mendapatkan bantuan Rp 5 juta yang ditransfer langsung ke rekening penerima melalui Bank Mandiri.

Dana tersebut ditujukan sebagai modal usaha kecil, baik untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan maupun memulai usaha baru.

Jumlah penerima PPSE di Brebes tahun ini juga meningkat dibandingkan 2025. Tahun lalu, bantuan serupa diberikan kepada 300 keluarga.

Hendrik mengatakan, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses keluarnya keluarga dari kepesertaan PKH, tetapi juga memperkuat kemampuan ekonomi mereka.

“Melalui PPSE, kami SDM PKH memastikan graduasi tidak hanya administratif, tetapi graduasi bermartabat,” katanya.

Ia menambahkan, keluarga yang telah graduasi perlu memiliki usaha yang cukup berkelanjutan sehingga tidak kembali bergantung pada bantuan sosial.

Program graduasi tersebut merupakan hasil kerja sama Kementerian Sosial, pendamping PKH, dan Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Sosial.

Kementerian Sosial menyediakan program pemberdayaan dan pendamping PKH di setiap kecamatan. Sementara Pemkab Brebes melalui Dinas Sosial memfasilitasi pelatihan usaha, termasuk pelatihan yang diselenggarakan Bank Mandiri bagi keluarga yang telah graduasi.

Salah satu keluarga yang telah lebih dulu keluar dari kepesertaan PKH adalah keluarga Setiapuji, warga Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes.

Setiapuji menjadi penerima PKH sejak 2020 hingga 2025. Setelah mendapatkan dukungan PPSE, ia mulai merintis usaha bakso keliling.

“Saya penerima PKH dari 2020 sampai 2025. Alhamdulillah, bantuan PPSE membantu saya merintis usaha dan bangkit untuk mandiri, sampai saya mantap keluar dari kepesertaan PKH. Terima kasih Kemensos, Pemkab Brebes, dan Bank Mandiri,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa graduasi tidak hanya berarti berhenti menerima bantuan, tetapi juga diikuti dengan upaya membangun sumber penghasilan baru.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi mengatakan, proses graduasi menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah hingga tingkat keluarga.

“Programnya dari Kementerian Sosial, pendampingnya bekerja di desa-desa kita, dan Pemkab memastikan keluarga yang keluar dari PKH tetap punya jalan untuk berkembang,” katanya.

Imam juga meminta masyarakat ikut mengawasi proses penetapan penerima graduasi. Sebab, daftar 3.150 keluarga tersebut masih dalam tahap verifikasi.

“Kalau ada warga yang merasa belum mampu tetapi masuk daftar graduasi, silakan sampaikan ke pendamping PKH di kecamatan atau ke Dinas Sosial. Daftar ini masih kami verifikasi, dan kami cek satu per satu,” ujarnya.

Graduasi mandiri menjadi salah satu indikator keberhasilan program perlindungan sosial. Semakin banyak keluarga yang mampu keluar dari kepesertaan karena kondisi ekonominya membaik, semakin kecil ketergantungan terhadap bantuan sosial.

suarapancasilaid'

Pos terkait