KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID-Sekretaris Akademi Partai Golkar Muhammad Arief Rosyid Hasan menjadi salah satu pemateri dalam forum Intermediate Training (LK II) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Malang di Balai Besar Pemerintahan Desa, Jalan Raya Langsep No. 7, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Training Raya HMI Cabang Kota Malang yang meliputi Intermediate Training (LK II), Latihan Khusus Kohati (LKK), dan Senior Course. Sebanyak 105 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti rangkaian kaderisasi tersebut.
Kehadiran Arief Rosyid Hasan memiliki makna tersendiri bagi para peserta. Selain menjabat sebagai Sekretaris Akademi Partai Golkar, ia juga merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013–2015 yang pernah memimpin salah satu organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia.
Dalam keterangannya kepada awak media, Arief mengatakan kehadirannya di Kota Malang merupakan bentuk memenuhi undangan Ketua Umum HMI Cabang Kota Malang untuk memberikan materi kepada para kader HMI.
“HMI merupakan organisasi mahasiswa tertua dan mungkin terbesar di Indonesia. Organisasi ini selalu hadir dalam setiap perjalanan bangsa serta konsisten melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik,” ujar Arief.
Di hadapan para peserta, Arief tidak hanya menyampaikan materi kepemimpinan dan kebangsaan, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai sejarah panjang HMI sejak berdiri hingga perannya dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia turut menceritakan berbagai dinamika serta lika-liku perjuangannya ketika mengikuti proses kaderisasi hingga dipercaya menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2013–2015.
Menurut Arief, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi, integritas, dan semangat pengabdian dalam menjalankan amanah organisasi.
Ia menjelaskan, peserta Intermediate Training kali ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Maluku, Makassar, Medan, dan sejumlah wilayah lainnya.
“Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengikuti proses kaderisasi untuk dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan Islam dan Indonesia,” katanya.
Dalam materinya, Arief menekankan pentingnya kader HMI terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Ia mengajak seluruh peserta agar tidak berhenti pada proses kaderisasi semata, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pesan saya sederhana, kader HMI harus terus berkontribusi dan berkiprah untuk kemajuan bangsa dan negara kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang Kota Malang Chairul Aqsal menjelaskan bahwa Training Raya merupakan ikhtiar organisasi dalam meningkatkan kualitas kader, baik dari sisi intelektualitas maupun moralitas.
“Hari ini kami menyelenggarakan Training Raya yang meliputi Intermediate Training (LK II), Latihan Khusus Kohati, dan Senior Course. Alhamdulillah diikuti sebanyak 105 peserta,” ujarnya.
Ia mengatakan tema yang diusung tahun ini terinspirasi dari kejayaan tradisi intelektual Islam, yakni Bayt al-Hikmah, sebagai simbol penguatan budaya ilmu pengetahuan di kalangan kader HMI.
Menurut Chairul, materi yang disampaikan Muhammad Arief Rosyid Hasan menjadi bekal penting bagi para kader untuk terus mengembangkan kapasitas diri sekaligus memperkuat karakter kepemimpinan.
“Pesan-pesan yang disampaikan Kanda Arief Rosyid akan kami jadikan refleksi bersama dan terus kami internalisasikan kepada kader-kader di komisariat agar menjadi budaya organisasi yang melahirkan kader berintegritas dan berdaya saing,” pungkasnya.
Melalui Training Raya tersebut, HMI Cabang Kota Malang berharap lahir kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas, integritas, serta komitmen kuat untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Islam, bangsa, dan negara. (Doni Kurniawan)











