BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Banjir yang mengancam permukiman dan lahan pertanian mendorong percepatan penanganan Sungai Babakan di Kabupaten Brebes. Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengawal persiapan proyek senilai sekitar Rp270 miliar bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung untuk mengurangi risiko luapan sungai dan memperbaiki sistem pengendalian air di wilayah rawan.
Dalam rapat koordinasi pada Jumat (16/10/2026), Paramitha mendorong penyelesaian tahapan proyek agar pekerjaan segera memasuki tahap konstruksi. Pemenang lelang dijadwalkan ditetapkan pada 28 Oktober 2026, dengan masa pelaksanaan direncanakan berlangsung pada 2026–2028.
Penanganan mencakup perbaikan sepanjang 26 kilometer Sungai Babakan, penguatan tebing dan peningkatan kapasitas aliran, pembangunan dua kolam detensi di Karangmalang dan Kluwut, serta perbaikan drainase di sejumlah titik di Kecamatan Ketanggungan, Bulakamba, Tanjung, dan Kersana.
Kolam detensi berfungsi menampung sementara limpasan air ketika debit meningkat. Sementara itu, penguatan tebing dan pembenahan drainase ditujukan untuk mengurangi risiko luapan serta genangan di kawasan terdampak.
Proyek ini melanjutkan tahapan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk pembebasan lahan. Pada 2025, Paramitha menyerahkan ganti untung kepada warga terdampak di Desa Cikeusal Lor, Karangmalang, dan Dukuhturi. Perbaikan tanggul yang rusak di titik rawan juga menjadi bagian dari upaya mitigasi sebelum seluruh pekerjaan permanen selesai.
Anggota DPRD Kabupaten Brebes Muhammad Rizki Ubaidillah menyambut baik percepatan tersebut. Ia berharap proyek penanganan sungai berjalan seiring dengan pembenahan drainase untuk memperbaiki tata kelola air di Brebes.
“Bismillah, ikhtiar baik. Semoga segera dilaksanakan. Posisi penetapan pemenang lelang dari seluruh aturan yang berlaku di pusat sudah berada di tahap akhir. Kita juga melihat drainase di Jalan Jenderal Sudirman sudah mulai dikerjakan, semoga menjadi awal perbaikan tata kelola air yang lebih baik di Brebes,” ungkapnya, Selasa (20/10/2026).
Kebutuhan penanganan juga disuarakan warga di sejumlah desa. Penggerusan tanah di Dukuhturi dan trauma banjir bandang yang masih dirasakan warga Cikeusal Lor menunjukkan dampak yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek.
Pemkab Brebes menyatakan titik-titik paling kritis akan diprioritaskan. Pemerintah daerah juga berkomitmen menyampaikan perkembangan proyek secara terbuka kepada masyarakat.
Dengan nilai sekitar Rp270 miliar dan target pelaksanaan hingga 2028, proyek Sungai Babakan menjadi salah satu upaya besar untuk mengurangi risiko banjir di Brebes. Tantangannya adalah memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan hasilnya benar-benar meningkatkan perlindungan bagi warga di kawasan rawan banjir.











