BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja guna membahas pelaksanaan berbagai program pendidikan tahun 2026, Senin (18/5/2026).
Dalam rapat yang berlangsung di ruang Komisi C DPRD Bojonegoro tersebut, pembahasan difokuskan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), penyaluran BOSDA, program beasiswa hingga percepatan pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto mengatakan, DPRD memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan pendidikan agar seluruh program berjalan maksimal dan tepat sasaran.
Salah satu yang menjadi sorotan yakni adanya laporan masyarakat terkait proses penerimaan siswa di SMPN 1 dan SMPN 5 Bojonegoro. DPRD meminta Dinas Pendidikan segera melakukan langkah penyelesaian agar persoalan tersebut tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
“Kami meminta Dinas Pendidikan segera melakukan komunikasi dan penyelesaian terkait laporan penerimaan siswa agar masyarakat mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, M. Anwar Mukhtadlo menjelaskan, proses SPMB saat ini masih memasuki tahap pemenuhan kuota sekolah serta jalur prestasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 5 persen.
Menurutnya, sekolah yang belum memenuhi pagu akan dilakukan evaluasi sehingga siswa yang belum diterima tetap dapat diarahkan ke sekolah lain yang masih memiliki daya tampung.
Selain SPMB, rapat kerja juga membahas program BOSDA 2026 yang sementara memiliki alokasi anggaran sekitar Rp15 miliar. Saat ini, proses validasi data penerima masih dilakukan bersama Kementerian Agama Bojonegoro guna mencegah adanya bantuan ganda.
Komisi C juga mendorong adanya petugas khusus atau Person in Charge (PIC) layanan beasiswa agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi dan pelayanan.
Sementara itu, di sektor infrastruktur pendidikan, DPRD meminta percepatan rehabilitasi ruang kelas rusak dan pembangunan sarana sekolah segera dilakukan karena dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran.
Hingga 18 Mei 2026, serapan anggaran Dinas Pendidikan Bojonegoro tercatat mencapai 26,84 persen. Sedangkan sejumlah program prioritas seperti sekolah unggulan, penguatan Bahasa Inggris, satu siswa satu laptop dan program beasiswa masih dalam tahap review dan pelaksanaan.










