BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Kabupaten Brebes merayakan hari jadinya yang ke-348 dengan semangat baru dan capaian yang patut dicatat. Di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, sederet langkah strategis berhasil menandai transformasi Brebes dalam satu tahun terakhir.
Brebes yang sebelumnya masuk dalam daftar kabupaten miskin ekstrem kini berhasil keluar dari kategori tersebut. Hampir 26 ribu jiwa terbebas dari garis kemiskinan, sebuah pencapaian yang menurut Pegiat Sosial Kemasyarakatan Kabupaten Brebes, Azmi Asmuni Majid, tidak bisa dianggap remeh.
“Ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah wajah baru Brebes yang lebih bermartabat. Pemerintah menunjukkan komitmen nyata untuk menata kehidupan masyarakat,” kata Azmi, Minggu, (18/1/2026).
Azmi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu kunci keberhasilan. “Pemerintah bergerak cepat membangun jalan kabupaten untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Jalan bukan hanya aspal dan beton, tetapi urat nadi distribusi logistik, ekonomi, hingga sosial budaya. Dampaknya sudah terasa sejak tahun pertama pemerintahan,” katanya.
Selain itu, sektor pendidikan juga mendapat perhatian serius. Program Satu Keluarga (tidak mampu) Satu Sarjana berhasil mengantarkan lebih dari 400 pelajar Brebes melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Azmi menilai program ini sebagai investasi jangka panjang. “Brebes sedang menanam benih masa depan. Generasi muda yang berpendidikan akan menjadi motor penggerak perubahan,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, inovasi pelayanan menjadi sorotan. Tenaga kesehatan door to door, layanan spesialis keliling, hingga program keluarga sejahtera dinilai mampu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Brebes tidak hanya membangun fasilitas, tetapi menghadirkan kesehatan langsung ke rumah warga. Ini langkah yang humanis dan efektif,” kata Azmi.
Tata kelola pemerintahan juga menunjukkan kemajuan signifikan. Brebes meraih predikat badan publik informatif dengan skor tinggi 97,2. Transparansi informasi dan efisiensi pelayanan publik menjadi bukti nyata komitmen pemerintah. “Kepuasan masyarakat mencapai 67,2 persen. Angka ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Paramitha yang menekankan kolaborasi lintas sektor,” tambah Azmi.
Meski demikian, tantangan masih membentang. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes naik dari 70,18 pada 2024 menjadi 71,18 pada 2025. Namun, Brebes masih berada di papan bawah Jawa Tengah, hanya sedikit di atas Pemalang. “Target menembus posisi minimal di bawah 30 dari 35 kabupaten/kota adalah pekerjaan besar. Brebes butuh kerja keras, kerja cerdas, dan konsistensi. Tidak bisa hanya mengandalkan capaian awal,” tegas Azmi.
Menurutnya, perjalanan menuju “Brebes Beres” adalah jalan panjang penuh tantangan. “Brebes Beres bukan jalan biasa. Ini jalan yang menuntut komitmen, keberanian, dan kebersamaan. Pemerintah harus terus melibatkan masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menjaga transparansi. Dengan begitu, Brebes bisa menulis babak baru yang lebih beres, lebih berkah, dan lebih membanggakan,” pungkasnya.
Dirgahayu Kabupaten Brebes ke-348. Sejarah panjang, capaian nyata, dan harapan besar kini berpadu. Brebes bukan lagi sekadar kabupaten di ujung Jawa Tengah, melainkan kabupaten yang sedang meneguhkan diri sebagai pusat kebersamaan dan keberkahan.










