BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan pelaksanaan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus (Musdesus) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Kemiskinan segera digelar di seluruh wilayah. Agenda ini menjadi langkah penting untuk memperkuat penanganan kemiskinan melalui pemutakhiran data berbasis partisipasi masyarakat.
Sebagai persiapan, Dinas Sosial Kabupaten Brebes telah menggelar Rapat Koordinasi Musdesus DTSEN dan Kemiskinan pada Kamis (8/1) di Aula Dinas Sosial. Rapat tersebut melibatkan lintas sektor, mulai dari BPS, Bapperida, Dinpermades, BPKAD, pemerintah kecamatan, hingga para pendamping sosial.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Edy Kusmartono, menegaskan Musdesus DTSEN dan Kemiskinan akan menjadi instrumen strategis untuk memperbaiki kualitas data masyarakat miskin dan rentan miskin di tingkat desa maupun kelurahan.
“Musdesus menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa data kemiskinan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data yang valid akan menentukan keberhasilan intervensi program kesejahteraan sosial,” ujarnya.
Selain memastikan validitas data, Pemkab Brebes juga menekankan pentingnya graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Graduasi dipahami bukan sekadar penghentian bantuan, melainkan tanda bahwa keluarga penerima sudah mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Musdesus DTSEN dan Kemiskinan akan dilaksanakan di 292 desa dan 5 kelurahan. Pemerintah berharap, dari forum ini tercipta satu data sosial ekonomi terintegrasi sebagai dasar perencanaan kebijakan penanggulangan kemiskinan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, pelaksanaan Musdesus DTSEN di Brebes diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan secara efektif dan berkelanjutan.










