SIAK, SUARA PANCASILA.ID – Lahan tidur seluas 1,5 hektare di Kampung Kota Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, berhasil diubah menjadi lahan produktif penghasil semangka. Dalam satu musim tanam, lahan tersebut mampu menghasilkan lebih dari 30 ton semangka.
Keberhasilan itu mendorong Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) Amanah Kota Ringin menjadi salah satu proyek percontohan program ketahanan pangan di Kabupaten Siak.
Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengatakan, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa Dana Kampung dapat diarahkan untuk kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini merupakan terobosan terbaik. Pemerintah Kampung dan Badan Usaha Kampung bersama kelompok tani berhasil membuktikan bahwa pertanian bisa mendatangkan keuntungan nyata dan menambah pemasukan masyarakat. Ini patut dicontoh oleh kampung-kampung lain di Kabupaten Siak,” kata Syamsurizal saat memimpin panen raya semangka di Dusun 1 Sungai Pinang, Kampung Kota Ringin, Sabtu (8/8/2026).
Program tersebut menggunakan modal usaha Dana Kampung dengan memanfaatkan lahan pinjam pakai seluas 1,5 hektare. Dalam satu siklus tanam sekitar 90–100 hari, produksi mencapai lebih dari 30 ton. Pada panen kali ini, produksi diperkirakan mencapai 7–11 ton dan merupakan periode panen kedua.
Syamsurizal mendorong kampung lain memanfaatkan lahan yang belum produktif untuk mengembangkan komoditas pertanian bernilai ekonomi.
“Pemerintah daerah akan memberikan peluang besar kepada kelompok tani di seluruh kampung. Kepada DPMK, segera siapkan regulasi agar aset lahan yang belum difungsikan bisa dikelola menjadi lahan pertanian produktif,” ujar dia.
Menurut dia, pengembangan komoditas tidak terbatas pada semangka, tetapi dapat mencakup jagung, sayuran, dan tanaman umbi-umbian sesuai kondisi lahan serta potensi pasar.
Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas dan kapasitas petani, termasuk melalui pendampingan budi daya, akses benih unggul, informasi pasar, dan teknologi pertanian.
“Dengan penguatan peran penyuluh, kita tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kelembagaan petani dan pendapatan masyarakat. Inilah kunci mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di tingkat desa,” kata dia.
Pemkab Siak berharap model Bumkam Amanah Kota Ringin dapat direplikasi di kampung lainnya dan dikembangkan di 14 kecamatan. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka lapangan usaha, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ekonomi masyarakat.











