BARITO SELATAN (KALTENG). SUARAPANCASILA.ID- Bupati Barito Selatan Dr. H. Eddy Raya Samsuri, ST MM. menerima Audensi Delegasi Sookmyung Women’s University (SMWU) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) di Aula Setda Barsel, Rabu 2 September 2026.
Rombongan dari Korea tersebut terdiri dari 10 orang, yang dipimpin oleh Prof. Soojin Han.
Turut hadir dalam audensi itu, Pj. Sekda Barsel yang juga Kadis PUPR Barsel Dr. Ita Minarni, ST MT, Para Asisten dan sejumlah kepala OPD lingkungan Barsel, serta Camat Dusun Selatan Achmad Mutakhir, Kades Ripung dan Kades Masura.
Bupati dalam sambutannya mengatakan, merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dapat menerima kunjungan delegasi dari Republik Korea dalam rangka pelaksanaan monitoring dan evaluasi akhir proyek “Accelerating Clean Energy Access to Reduce Inequality in Indonesia and Timor-Leste”, atau yang dikenal sebagai Proyek ACCESS.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sookmyung Women’s University, KOICA, UNDP, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek ACCESS pada periode tahun 2020 sampai dengan 2025. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan yang erat antara Republik Korea dan Republik Indonesia, sekaligus menunjukkan arti penting kemitraan internasional dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
“Pemerintah Kabupaten Barito Selatan memandang akses terhadap energi bersih bukan semata-mata sebagai penyediaan infrastruktur kelistrikan. Energi merupakan bagian penting dari pelayanan dasar dan memiliki hubungan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan kegiatan ekonomi, perluasan akses pendidikan dan informasi, peningkatan pelayanan kesehatan, serta pengurangan kesenjangan antarwilayah dan antarkelompok masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kehadiran fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Desa Danau Masura dan Desa Muara Ripung memiliki arti yang sangat penting. Proyek ACCESS telah memberikan dukungan bagi peningkatan akses masyarakat terhadap energi bersih, khususnya bagi masyarakat di wilayah perdesaan. Lebih dari itu, proyek ini juga mendorong tumbuhnya kapasitas kelembagaan lokal melalui keterlibatan pemerintah desa, BUMDes, operator lokal, dan masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus bagian dari ekosistem pengelolaan fasilitas.
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyadari bahwa keberhasilan suatu proyek pembangunan tidak hanya diukur dari tersedianya sarana dan prasarana pada saat proyek berakhir. Keberhasilan yang sesungguhnya ditentukan oleh sejauh mana manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat, bagaimana fasilitas tersebut dikelola dan dipelihara, serta seberapa kuat kelembagaan lokal mampu menjaga keberlanjutan layanan. Oleh karena itu, aspek operasional, pemeliharaan, penguatan kapasitas pengelola, ketersediaan data, partisipasi masyarakat, dan kejelasan pembagian tanggung jawab merupakan perhatian penting bagi kami”, ujar Bupati.
Ditambahkannya, kami menyambut baik pelaksanaan evaluasi akhir ini. Evaluasi yang dilakukan melalui penelaahan dokumen, wawancara dengan para pemangku kepentingan, diskusi dengan masyarakat, serta verifikasi lapangan akan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai relevansi, keterpaduan, efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan Proyek ACCESS. Kami berharap proses ini tidak hanya menghasilkan penilaian atas capaian proyek, tetapi juga merumuskan pembelajaran dan rekomendasi praktis yang dapat digunakan untuk memperkuat hasil pembangunan serta menjadi masukan bagi pelaksanaan program akses energi bersih di masa mendatang.
“Kami siap memberikan informasi dan masukan yang diperlukan oleh Tim Evaluasi. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan akan memfasilitasi komunikasi dengan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, pengelola BUMDes, operator lokal, serta masyarakat penerima manfaat di Desa Danau Masura dan Desa Muara Ripung.
Kami juga berharap audiensi ini dapat menyelaraskan
data dan informasi mengenai status fasilitas PLTS, pola pengelolaan dan pemeliharaannya, kapasitas kelembagaan lokal, pengalaman masyarakat sebagai penerima manfaat, serta dampak proyek terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kami berkomitmen untuk menyampaikan informasi secara terbuka, objektif, dan konstruktif, sehingga hasil evaluasi dapat menggambarkan kondisi lapangan secara akurat dan bermanfaat bagi semua pihak.
Kepada Delegasi SMWU dan KOICA, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, waktu, dan kesediaannya untuk datang langsung ke Barito Selatan. Kami berharap kunjungan ini berlangsung dengan lancar, aman, dan menghasilkan pertukaran pengetahuan yang berharga antara para evaluator, pemerintah, pengelola fasilitas, dan masyarakat. Semoga hubungan kerja sama antara Republik Korea dan Republik Indonesia, khususnya dalam bidang pembangunan berkelanjutan dan akses energi bersih, semakin kuat pada masa yang akan datang”, tutup Bupati Eddy











