BREBES (BREBES), SUARAPANCASILA.ID– Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes mulai mendapat titik terang. RSUD Brebes terpilih sebagai satu dari tiga daerah di Jawa Tengah yang masuk prioritas program pembangunan dan revitalisasi rumah sakit daerah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan bagian dari rencana revitalisasi 441 rumah sakit daerah di Indonesia. Pengembangan RSUD Brebes diarahkan untuk memperkuat layanan medis, terutama penanganan penyakit jantung, kanker, stroke, dan ginjal.
Anggota Dewan Pengawas RSUD Brebes, Azmi Asmuni Majid, mengatakan Brebes masuk dalam daftar prioritas bersama Kota Surakarta dan Kabupaten Kudus.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari upaya Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dalam mendorong peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan hingga ke pemerintah pusat.
“Ini kerja-kerja Bupati yang mungkin senyap di pusat, tapi bisa membawa hasil luar biasa. Sama seperti program Sekolah Rakyat sebelumnya, kini giliran rumah sakit yang akan langsung dibantu oleh Presiden,” kata Azmi saat ditemui di RSUD Brebes, Sabtu (31/10/2026).
Azmi menjelaskan, pengembangan RSUD Brebes direncanakan melalui pembangunan Central Medical Unit (CMU) atau pusat layanan medis terpadu.
Sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kateterisasi jantung (cathlab), tiga kamar operasi, serta ruang perawatan intensif ICU, PICU, dan NICU. Pengembangan juga mencakup layanan persalinan, hemodialisis, radiologi, rawat inap, hingga instalasi gawat darurat (IGD).
Dengan fasilitas tersebut, RSUD Brebes diharapkan mampu meningkatkan kemampuan menangani pasien dengan penyakit kritis sehingga kebutuhan rujukan ke rumah sakit di luar daerah dapat dikurangi.
Azmi menyebut saat ini proposal atau usulan tersebut masih dalam tahap pemenuhan persyaratan teknis dan administrasi. Brebes harus melengkapi dokumen yang diminta pemerintah pusat agar dapat memperoleh dukungan pembangunan.
“Kalau seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi, bantuan dari pusat diperkirakan mencapai Rp30 miliar,” jelasnya.
Pembangunan fisik direncanakan mulai pada 2027 apabila proposal disetujui dan seluruh persyaratan terpenuhi.
Azmi menambahkan, pengembangan RSUD Brebes tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung, tetapi juga pemenuhan peralatan medis dan fasilitas pendukung.
Saat ini RSUD Brebes berstatus rumah sakit tipe B. Pengembangan fasilitas diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Brebes dan wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Tegal, Pemalang, hingga Cirebon.
“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap di Brebes. Jadi, tidak semua pasien harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan medis tertentu,” pungkasnya.











