Masuk Prioritas Kemenkes, RSUD Brebes Siapkan Perluasan Lahan

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Setelah masuk dalam daftar prioritas program revitalisasi rumah sakit nasional, RSUD Brebes mulai menyiapkan kebutuhan pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah tambahan lahan sekitar 6.000 meter persegi di kawasan rumah sakit.

Tambahan lahan tersebut diperlukan untuk pembangunan Central Medical Unit (CMU) atau pusat layanan medis terpadu. Dalam rencana awal, fasilitas ini akan memperkuat layanan jantung, operasi, perawatan intensif, hingga penanganan kegawatdaruratan.

Anggota Dewan Pengawas RSUD Brebes, Azmi Asmuni Majid, mengatakan kebutuhan lahan menjadi salah satu aspek penting dalam pengajuan program bantuan dari Kementerian Kesehatan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, lahan tambahan harus berada dalam satu kawasan yang berdekatan dengan bangunan RSUD saat ini agar pelayanan medis dapat terintegrasi.

“Kalau hanya lahan SD, tidak cukup. Persyaratan utamanya adalah luasan. Jadi, harus ditambah lagi dari area Dindikpora sehingga total tambahan lahannya bisa mencapai sekitar 6.000 meter persegi,” kata Azmi saat ditemui di RSUD Brebes, Sabtu (31/10/2026).

Dalam kajian awal, penambahan lahan tersebut diarahkan ke kawasan di sebelah timur RSUD Brebes, meliputi area SD Negeri Brebes 01 dan Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora).

Lahan SD Negeri Brebes 01 diperkirakan seluas 2.600 hingga 2.800 meter persegi. Luasan itu dinilai belum mencukupi kebutuhan pengembangan sehingga diperlukan tambahan area dari kawasan sekitarnya.

Azmi menegaskan, rencana penataan kawasan dan kemungkinan pemindahan fasilitas pendidikan maupun perkantoran masih dalam tahap kajian. Belum ada keputusan final terkait pelaksanaannya.

“Ini masih dikaji dan belum ditetapkan. Tentu yang akan diupayakan adalah solusi terbaik bagi semua pihak,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pembahasan, pihak RSUD juga membuka peluang memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk membantu pembangunan fasilitas pengganti sekolah maupun kantor dinas.

“Kami juga sudah membahas dalam rapat Dewan Pengawas bahwa rumah sakit akan membantu melalui CSR untuk pembangunan SD ataupun kantor dinas, bergantung pada kebutuhan dan keputusan selanjutnya,” jelasnya.

Dalam konsep awal pengembangan, kawasan baru tersebut direncanakan menampung sejumlah fasilitas medis prioritas. Di antaranya tiga kamar operasi, cathlab untuk tindakan kateterisasi jantung, ruang ICU, PICU, NICU, ruang bersalin, hemodialisis, radiologi, hingga instalasi gawat darurat (IGD).

Selain fasilitas medis, tersedia pula area penunjang seperti lobi, farmasi, akses pelayanan, dan utilitas rumah sakit.

Azmi mengatakan pengembangan RSUD Brebes tidak hanya membutuhkan pembangunan gedung, tetapi juga pemenuhan peralatan medis dan fasilitas pendukung lainnya.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan memperkuat pelayanan rujukan bagi masyarakat Brebes dan daerah sekitar, termasuk Kabupaten Tegal, Pemalang, hingga Cirebon.

Meski telah masuk daftar prioritas program revitalisasi nasional bersama Kota Surakarta dan Kabupaten Kudus, pengembangan RSUD Brebes masih harus melalui pemenuhan persyaratan teknis dan administratif.

Bantuan pembangunan diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Jika usulan disetujui dan seluruh persyaratan terpenuhi, pembangunan fisik ditargetkan mulai pada 2027.

“Harapannya, program dari pemerintah pusat ini bisa dimanfaatkan. Namun, yang terpenting tetap mencari solusi terbaik bagi masyarakat Brebes,” pungkas Azmi.

suarapancasilaid'

Pos terkait