Djoko Prihatin Gandeng Sekretaris Akademi DPP Golkar Muhammad Arief Rosyid Hasan Dorong Perhatian Pusat untuk YPIK Malang.

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID- Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Djoko Prihatin bersama Sekretaris Akademi DPP Partai Golkar Muhammad Arief Rosyid Hasan, didampingi jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kota Malang, melakukan kunjungan ke Yayasan Pengembangan Ilmu dan Karya Malang,Jl. Cengger Ayam I No.5, RW.02, Tulusrejo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (23/07/2026).

Dalam rangka untuk meninjau langsung kondisi lembaga pendidikan yang telah berdiri selama 45 tahun tersebut,

Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menyerap aspirasi pengelola yayasan sebagai bahan koordinasi dan tindak lanjut kepada DPP Partai Golkar.

Bacaan Lainnya

Menurut Djoko Prihatin, Golkar harus hadir tidak hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dan ekonomi sebagai bagian dari tiga pilar perjuangan partai.

“Setelah tiga periode kepengurusan, sekolah kita ini dalam keadaan memprihatinkan. Karena itu kami membawa Bang Arief Rosyid ke sini agar melihat langsung kondisi sarana dan prasarana yang membutuhkan perhatian dari pusat. Dunia pendidikan merupakan penopang penting menuju Indonesia Emas 2045. Golkar harus hadir bukan hanya di ruang politik, tetapi juga menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat. Apalagi di sini juga terdapat program pendidikan gratis untuk jenjang SMP dan SMA,” ujar Djoko.

Ia menambahkan, hasil kunjungan tersebut akan terus dikoordinasikan bersama Sekretaris Akademi DPP Partai Golkar agar mendapat perhatian di tingkat pusat.

“Insyaallah saya terus berkoordinasi dengan Bang Arief Rosyid. Harapan kami beliau ikut mendorong di pusat sehingga kehadiran Golkar di masyarakat bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar menjadi karya nyata,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Arief Rosyid Hasan menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari pendampingan terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang sekaligus melihat langsung lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang dengan Partai Golkar.

“Berdasarkan sejarahnya, Yayasan Pengembangan Ilmu dan Karya ini didirikan oleh Golkar. Dulu Partai Golkar berdiri di atas tiga pilar, yakni politik, ekonomi, dan akademik. Karena itu perhatian terhadap dunia pendidikan merupakan bagian penting dari perjuangan partai. Saya melihat perhatian Mas Jo terhadap pendidikan semakin melengkapi semangat Golkar. Kami optimistis target peningkatan kursi legislatif dari lima menjadi sepuluh kursi dapat tercapai, dan kami juga mendoakan beliau sukses pada kontestasi eksekutif mendatang,” katanya.

Usai berdialog, Djoko Prihatin bersama Muhammad Arief Rosyid Hasan dan rombongan berkeliling meninjau setiap sudut lingkungan Yayasan Pengembangan Ilmu dan Karya Malang. Mereka melihat langsung ruang-ruang kelas, perpustakaan, hingga kantor yayasan untuk mengetahui kondisi fasilitas yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

Rombongan juga menyempatkan menyapa para siswa dan siswi yang sedang mengikuti pelajaran di dalam kelas. Suasana hangat dan penuh keakraban pun terlihat ketika para pelajar menyambut kedatangan para tamu dengan antusias. Menariknya, para siswa dan siswi secara kompak menyanyikan lagu yang sedang viral bertajuk “MBG (Mas Bahlil Ganteng)”, sehingga mencairkan suasana dan disambut senyum serta tepuk tangan dari seluruh rombongan.

Meski kondisi sejumlah bangunan dan sarana prasarana masih memerlukan perhatian serius, semangat para siswa, guru, dan tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar tetap tinggi. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat untuk terus belajar dan mencerdaskan generasi bangsa.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pengembangan Ilmu dan Karya Malang Sunaritato,menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran DPP dan DPD Partai Golkar. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan momen istimewa karena selama ini belum pernah ada kunjungan langsung dari pengurus pusat yang secara khusus melihat kondisi lembaga pendidikan di daerah.

Sunaritato menjelaskan bahwa YPIK Malang mengelola STIE Kertanegara, STIP Malang, SMA Kertanegara, dan SMP Kertanegara. Selama 45 tahun berdiri, yayasan telah melalui berbagai tantangan, termasuk dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan jumlah mahasiswa dan siswa secara signifikan.

“Saat pandemi COVID-19, jumlah mahasiswa dan siswa mengalami penurunan yang sangat dalam. Alhamdulillah sekarang mulai bangkit dan jumlah mahasiswa terus bertambah. Kami berharap yayasan ini semakin maju dan profesional dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya dukungan berbagai pihak untuk membantu penyelesaian pembangunan gedung yang hingga kini belum rampung.

“Kami masih membutuhkan bantuan sarana dan prasarana. Ada pembangunan gedung yang belum terselesaikan. Dengan jumlah mahasiswa yang belum sepenuhnya memadai, tentu berdampak pada perencanaan maupun pelaksanaan program. Semoga ke depan semua harapan ini dapat terwujud demi kemajuan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya. (Doni Kurniawan)

suarapancasilaid'

Pos terkait