Dosen Unmura Raih Gelar Doktor ke-99 UNS, Ciptakan Nanopartikel Silika dari Sekam Padi yang Mampu Mengefisiensi Penggunaan Pupuk 

SURAKARTA, SUARAPANCASILA.ID – Universitas Musi Rawas (Unmura) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Dosen Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas, Samsul Bahri, S.P., M.Si, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Promosi Doktor Tertutup Program Doktor Ilmu Pertanian dengan minat Ilmu Tanah di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Senin (6/7/2026).

Dalam sidang promosi tersebut, Samsul Bahri mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kajian Nanopartikel Silika terhadap Ketersediaan Nitrogen dan Fosfor di Tanah Ultisol pada Budidaya Padi Dayang Rindu.” Penelitian ini menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah pertanian menjadi material nano bernilai tinggi yang berpotensi meningkatkan efisiensi pemupukan sekaligus mendukung sistem pertanian berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr.Ir. Samanhudi,S.P.,M.Si.,IPU, ASEAN Eng.,APEC Eng selaku Ketua Tim Penguji, dengan Prof. Ir. Danar Praseptiangga, STP, M.Sc.,PH.D. sebagai Sekretaris Tim Penguji. Tim penguji juga terdiri atas Prof. Dr. Ir. Benito Heru purwanto, M.P., M.Agr sebagai penguji eksternal dan Dr. Ir. Herry Widijanto, S.P, M.P.

sebagai penguji internal. Selama menjalani pendidikan doktor, promovendus dibimbing oleh tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Suntoro, M.S., Prof.Dr.Ir. Jauhari Syamsiah,M.S., dan Prof. Dr. Ir. Edi Purwanto, M.Sc

Salah satu kebaruan (novelty) penelitian Samsul Bahri adalah keberhasilannya mensintesis nanopartikel silika secara mandiri dari limbah sekam padi varietas Dayang Rindu. Melalui proses sintesis yang dikembangkan selama penelitian doktoralnya, sekam padi yang selama ini lebih banyak dipandang sebagai limbah pertanian berhasil diubah menjadi nanopartikel silika yang memiliki karakteristik sesuai untuk diaplikasikan sebagai bahan pendukung efisiensi pemupukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi nanopartikel silika hasil sintesis tersebut pada tanah Ultisol mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk secara signifikan. Penggunaan pupuk nitrogen (N) dan fosfor (P) masing-masing dapat dikurangi hingga 50 persen tanpa menurunkan pertumbuhan maupun produktivitas tanaman padi varietas Dayang Rindu. Temuan tersebut menjadi terobosan penting dalam pengembangan teknologi pemupukan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah terhadap pemanfaatan limbah pertanian.

Selain meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, inovasi ini diharapkan mampu membantu petani mengurangi biaya produksi, meningkatkan efisiensi serapan hara tanaman, serta mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Penelitian ini juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku teknologi pertanian berbasis nanoteknologi.

Selama menempuh pendidikan doktor, Samsul Bahri berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97. Prestasi tersebut mengantarkannya sebagai lulusan ke-99 Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Usai dinyatakan lulus, Samsul Bahri menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari dukungan keluarga, para promotor, dosen, sahabat, serta institusi tempatnya mengabdi.

“Disertasi ini lahir dari semangat untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani. Saya berharap nanopartikel silika berbahan baku sekam padi dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan efisiensi pemupukan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini juga membuktikan bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk berteknologi tinggi yang bernilai tambah,” ujar Samsul Bahri.

Ketua Tim Promotor, Prof. Dr. Ir. Suntoro, M.S.memberikan apresiasi atas dedikasi promovendus selama menempuh pendidikan doktor. Ia berpesan agar ilmu yang diperoleh terus dikembangkan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Teruslah menekuni ilmu yang telah diperoleh, kembangkan melalui penelitian, perbanyak publikasi ilmiah, bangun jejaring kolaborasi, terus berkiprah di tengah masyarakat, serta senantiasa menjaga nama baik almamater,” pesan Prof. Sun.

Sementara itu, Ketua Tim Penguji yang juga Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr.Ir. Samanhudi,S.P.,M.Si., IPU, ASEAN Eng.,APEC Eng . berharap keberhasilan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama akademik antara Universitas Sebelas Maret dan Universitas Musi Rawas.

“Kami berharap sinergi antara Universitas Sebelas Maret dan Universitas Musi Rawas terus ditingkatkan melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran doktor-doktor baru diharapkan mampu melahirkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia,” ungkapnya.

Keberhasilan Samsul Bahri menjadi Doktor ke-99 Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Sebelas Maret menjadi kebanggaan bagi Universitas Musi Rawas dan masyarakat Kabupaten Musi Rawas. Disertasi yang dihasilkannya diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan teknologi pemupukan berbasis nanoteknologi, khususnya pada lahan Ultisol, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah sekam padi sebagai material bernilai tinggi yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk nitrogen dan fosfor hingga 50 persen tanpa mengurangi produktivitas tanaman.

Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Musi Rawas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, penelitian inovatif, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

suarapancasilaid'

Pos terkait